Kompas.com - 22/05/2018, 07:39 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise (mengenakan kemeja putih) bersama Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda menjenguk kelima anak korban penelantaran orangtua di rumah aman SOS Childrens Villages Indonesia, di Jakarta Timur, Senin (18/5). Kedatangan Yohana pun disambut anak-anak yang dilindungi di rumah aman tersebut. KOMPAS/MADINA NUSRATMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise (mengenakan kemeja putih) bersama Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda menjenguk kelima anak korban penelantaran orangtua di rumah aman SOS Childrens Villages Indonesia, di Jakarta Timur, Senin (18/5). Kedatangan Yohana pun disambut anak-anak yang dilindungi di rumah aman tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak semua anak beruntung dapat hidup, tumbuh dan berkembang dengan keluarga lengkap.

Sebagian dari mereka hidup sendiri, tanpa kehadiran orangtua, atau keluarga terdekat.

Dari data yang diungkap SOS Children’s Village, 220 juta atau 1 dari 10 anak di dunia tumbuh dan berkembang sendiri.

Keluarga memiliki peran sangt penting bagi anak. Mereka yang tumbuh dan kembang tanpa keluarga stabil serta protektif, rentan terhadap beberapa risiko.

Sebut saja seperti perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang bisa terhambat lantaran kekurangan nutrisi, tidak adanya akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta lemahnya ikatan emosional dan dukungan yang diperlukan oleh setiap anak. 

Baca juga: Satu Kualitas Wajib bagi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Tak hanya itu, mereka juga rentan terhadap penelantaran, kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan kemiskinan.

Pengasuhan alternatif

Direktur SOS Children’s Village Indonesia Gregor Hadi Nitihardjo mengatakan, mengentaskan persoalan tersebut bukan sekadar memberikan anak sebuah bangunan, lengkap dengan atap, tempat tidur, makanan dan fasilitas lain. 

Anak-anak tersebut, menurutnya, membutuhkan sebuah keluarga dengan kehidupan serta pola asuh permanen.

“Kami (SOS Children’s Village) memberikan orangtua pengganti yang bersifat permanen, sehingga kehidupan keluarga tumbuh di situ,” ungkap Hadi di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.