Hati-hati, Ada Dampak Buruk dari Kebiasaan "Gonta-ganti" Skin Care

Kompas.com - 24/05/2018, 16:00 WIB
Dermatolog dr. Weny Yulisandrarini S. Ked, Beauty Training Manager Jafra Indonesia Febiolla Arlita Young dan Markering Manager Jafra Indonesia, M. Adri Rinaldi (paling kiri ke kanan) seusai talkshow di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Dermatolog dr. Weny Yulisandrarini S. Ked, Beauty Training Manager Jafra Indonesia Febiolla Arlita Young dan Markering Manager Jafra Indonesia, M. Adri Rinaldi (paling kiri ke kanan) seusai talkshow di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

KOMPAS.com - Saat ini, semakin banyak produk perawatan kulit yang bisa kita temukan di pasaran.

Produk-produk tersebut berlomba-lomba menggaet pembeli tak hanya lewat fungsi, tapi  bahkan lewat tampilan kemasan.

Tak sedikit yang kemudian menjadi senang mencoba-coba produk.

Namun, apakah kegemaran bergonta-ganti produk perawatan kulit bisa memberi dampak serius?

Dermatolog dokter Weny Yulisandrarini S. Ked tak menyarankannya kebiasaan itu. Sebab, salah satu dampak buruk dari hal itu adalah kulit menjadi resisten.

Baca juga: Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Plasma Darah

"Saran saya, gunakan skin care dengan sabar, jangan berganti-ganti. Takutnya jadi resisten," kata Weny di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Ia mencontohkan, saat seseorang menggunakan produk perawatan kulit untuk wajah berjerawat.

Namun, sebelum sebulan pemakaian sudah berganti dengan produk yang lain. Pada masa itu produk yang dipakai mungkin saja belum bekerja, permasalahan kulit juga belum teratasi.

Jika ingin melihat apakah sebuah produk bekerja atau tidak, jangka waktunya beragam.

Untuk perawatan kulit berjerawat, misalnya, bisa sekitar 4-6 bulan.

Sementara untuk flek wajah, bisa sekitar empat bulan. Namun, untuk perubahan lain ada pula hasil yang sudah terlihat di bulan kedua.

Baca juga: Kembalinya Kosmetik Berbahan Mineral

Jika memang pergantian produk tak bisa dihindarkan, Weny menyarankan agar kulit wajah diistirahatkan dulu dari pemakaian produk sejenis selama sekitar sebulan.

"Didetoksifikasi dengan facial," tutur dia.

Sedangkan, alasan penggantian produk karena ketidakcocokan juga memiliki tanda-tanda khusus.

Beberapa di antaranya adalah setelah pemakaian enam bulan terasa gatal di belakang telinga, merah di daerah bibir dan kulit yang terus memerah.

"Ditakutkan menjadi dermatitis kontak iritan," kata dia.

Baca juga: Kala Skin Care Tak Lagi Hanya Urusan Wanita....



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X