7 Cara Menjaga Pola Tidur Selama Bulan Puasa

Kompas.com - 25/05/2018, 09:44 WIB
Ilustrasi tidur nyenyakBavorndej Ilustrasi tidur nyenyak

KOMPAS.com - Pola makan bukanlah satu-satunya hal yang berubah dalam rutinitas kita selama bulan puasa. Kewajiban untuk bangun di pagi buta demi makan sahur tak ayal membuat waktu tidur malam jadi berkurang.

Perubahan pola tidur saat puasa inilah yang tanpa disadari kerap menjadi alasan mengapa kita sering lemas dan mengantuk sepanjang hari. Ujung-ujungnya, produktivitas di sekolah maupun tempat kerja juga jadi berkurang.

Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak bersemangat menjalani hari. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu memperbaiki pola tidur saat puasa agar tidak mudah mengantuk selama beraktivitas di siang hari.

1. Majukan waktu tidur

Sebisa mungkin, majukan waktu tidur selama bulan puasa dan jadwalkan di waktu yang sama setiap harinya. Misalnya jika selama bulan puasa rutin melaksanakan shalat Tarawih, usahakan untuk menyegerakan tidur setelahnya dan jangan paksakan begadang.

Kalau biasanya shalat Tarawih usai sekitar pukul 8 malam, ambil jangka waktu persiapan tidur selama 90 menit (untuk mandi, beres-beres, dst), lalu pergilah tidur. Artinya, Anda seharusnya sudah berbaring di tempat tidur pada pukul 9.30 malam.

Dan jika Anda tahu harusnya tidur pukul 9.30, hentikan apapun aktivitas yang memberatkan pada pukul 9.15, atau lebih cepat jika bisa.

Jika kita tidak membiasakan tidur lebih cepat selama bulan puasa, maka jam tidur bisa berkurang rata-rata 40 menit karena terpotong waktu sahur.

Menurut penelitian dalam Journal of Sleep Research, ini akan mengurangi durasi tahap tidur pulas atau REM (rapid eye movement) yang bikin mudah lemas dan mengantuk di siang hari.

Baca juga: Apakah Sehat Jika Tidur Seharian Saat Puasa?

2. Sempatkan tidur lagi setelah sahur

Langsung tidur setelah sahur berdampak negatif bagi tubuh. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa tidur yang cukup merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, layaknya kebutuhan akan udara dan makanan.

Untuk menyiasatinya, usahakan untuk bangun sahur tepat waktu. Karena dengan demikian, tubuh masih memiliki cukup waktu luang untuk mencerna makanan seoptimal mungkin demi menghasilkan energi yang dibutuhkan nanti.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Sumber

Close Ads X