Tips Mujarab untuk Para Manula Menepis Rasa Sepi...

Kompas.com - 30/05/2018, 19:44 WIB
ilustrasi orang tua yang kesepian. Thinkstockilustrasi orang tua yang kesepian.

KOMPAS.com - Ketika memikirkan masalah kesehatan yang mengganggu pria, pikiran pasti tertuju pada diabetes, kanker, atau obesitas.

Mereka seringkali lupa bahwa kesepian juga bisa menjadi pengganggu besar kesehatan fisik lelaki.

Sebagai mahluk sosial, tentu ini wajar terjadi.

Lalu, mengapa kesepian bisa mempengaruhi kesehatan?

Menurut berbagai riset, dampak kesepian bagi kasehatan memang tak bisa diabaikan, terutama pria yang semakin menua.

Kurangnya sosialisasi dapat menjadi faktor besar penyebab penyakit kardiovaskular, alzheimer, dan penyakit berbahaya lainnya.

Untungnya, ada banyak hal yang sebenarnya dapat mereka lakukan untuk mencegah dampak buruk kesepian ini.

Laman Daily Star melansir lima cara mencegah dampak buruk dari kesepian.

1. Lakukan hobi

Hobi tak hanya bisa dipakai untuk mengisi waktu luang. Dengan menekuni hobi, kemungkinan besar mereka yang kesepian bisa  berinteraksi dengan lebih banyak orang.

Menemukan aktivitas yang bisa dilakukan bersama teman, pasangan, komunitas adalah hal penting.

Mengikuti kelas menari bisa menjadi salah satu cara cemerlang. Dengan menekuninya, mereka mungkin bisa bersosialisasi dan membuat otak serta tubuh awet muda.

Gerakan dalam tarian, seperti memeluk, mampu mengurangi kadar kortisol yang akhirnya mengurangi stres.

Menari juga bisa membuat gerakan tubuh lebih baik, dan mereka yang menua juga bisa melatih kelincahan pikiran, dan kaki bersama orang-orang yang memiliki pemikiran sama.

Baca juga: Waspadai, Efek Negatif dari Kesepian

2. Buat perbedaan

Sesekali mereka pasti merasa memiliki kontribusi pada keluarga, kota, atau bahkan negara, seperti saat masih bisa bekerja setiap harinya.

Tapi, saat memasuki masa pensiun, sulit untuk mempertahankan perasaan tersebut.

Jadi, hal yang wajar jika mereka ingin menemukan cara baru agar kembali merasa berguna dengan memanfaatkan bakat yang ada.

Nah, cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengikuti acara amal.

Mereka bisa bergabung dengan komunitas yang memiliki program amal, menghabiskan waktu  di tempat penampungan tunawisma dan sejenisnya.

Menghabiskan waktu dengan cara ini dapat memberi waktu berkualitas dengan orang-orang di sekitar.

Baca juga: Mayoritas Ibu Berharap Anak akan Mengurusnya di Masa Tua

3. Rencanakan dan persiapkan masa depan

Sebagian besar dari mereka biasanya terlalu nyaman dengan rutinitas harian yang dilakoni.

Namun, jika terjadi perubahan -misal ditinggal pasangan, anak-anak, atau pensiun, mereka dan banyak orang lain pun seringkali tak siap menerimanya.

Mereka, -ya para orang tua, terlalu nyaman dengan kondisi yang ada, sehingga merasa sulit saat terjadi perubahan.

Bahkan, untuk sekadar berpikir pindah ke tempat lain saja mereka merasa tak mampu, apalagi menindaklanjuti perubahan yang terjadi.

Oleh karena itu, mereka harus merencanakan dan mempersiapkan masa depan.

Mereka sebaiknya mempertimbangkan untuk pindah ke lingkungan yang lebih mudah membuat bersosialisai, bergabung dalam komunitas pensiun.

Atau, mungkin menyewa seorang profesional perawatan di rumah untuk membantu mengatasi kesepian.

Seiring dengan bertambahnya usia, wajar jika orang-orang yang dulu selalu ada di dekat mereka pindah.

Namun, memiliki seseorang untuk membantu mereka, bisa diajak berbicara, dan memberi dukungan emosional sangat penting agar bisa menua dengan baik dan nyaman.

Baca juga: Mengapa Olahraga Bikin Kulit Tak Cepat Tua

4. Berolahraga

Saat usia beranjak tua, mereka biasanya semakin malas berolahraga. Padahal, terus aktif adalah hal penting bagi kehidupan siapa pun.

Seiring bertambahnya usia, mereka perlu bekerja lebih keras untuk menjada tubuh tetap fit dan sehat.

Menerapkan pola diet juga bisa mendorong aktivitas kebugaran yang rutin diterapkan.

Bahkan, melakukan rutinitas seperti jalan-jalan bersama hewan peliharaan, jalan kaki, atau berkebun memberi efek positif bagi kesehatan.

Mereka juga bisa melakukan olahraga  rutin yang dikombinasikan dengan latihan kardio, peregangan, dan mobilitas.

Setelah itu, mereka bisa menambah daftar kegiatan dengan mengikuti kelas menari jika telah siap.

Baca juga: Agar Otak Tetap Berfungsi Baik Sampai Tua

5. Rencanakan kegiatan bersama teman

Entah dengan teman lama yang tak pernah bertemu selama bertahun-tahun atau teman sekolah yang jarang ditemui, sangat penting untuk membina persahabatan.

Tak masalah apapun yang dilakukan. Asalkan hal itu bisa membuat mereka meluangkan waktu untuk menghidupkan kembali ikatan pertemanan dan menghabiskan waktu berkualitas dengan teman secara teratur.

Atur waktu untuk minum kopi bersama tetangga setiap rabu atau berbelanja bersama teman setiap akhir pekan.

Bahkan, hanya duduk diam di beranda sambil membaca buku yang bagus dan minum segelas kopi bisa menjadi pengobat rasa sepi.

Baca juga: Pria Berumur Pilih Wanita Lebih Tua, Meski Berharap yang Muda



Sumber Daily Star
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X