Kualitas Tidur Buruk Tingkatkan Konsumsi Makanan Tak Sehat

Kompas.com - 04/06/2018, 11:44 WIB
Ilustrasi ngemilgpointstudio Ilustrasi ngemil

KOMPAS.com - "Ngemil" tengah malam memang sangat nikmat. Apalagi, di bulan puasa ini, nafsu makan di malam hari semakin membuncah.

Sayangnya, ada sejumlah dampak negatif bagi kesehatan yang muncul dari kebiasaan ini.

Dilansir dari laman The Indian Express, riset terbaru menunjukkan jika "ngemil" tengah malam mengakibatkan kualitas tidur yang buruk dan obesitas.

Nah, kualitas tidur yang buruk ini menjadi pemicu utama dari mengidam makanan cepat saji. Inilah yang memperbesar risiko obesitas, diabetes dan masalah kesehatan lainnya.

"Riset laboratorium menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi junk food, yang akhirnya menyebabkan tingginya aktivitas ngemil di malam hari," kata Michael A. Grandner dari University of Arizona di Tucson, AS.

"Inilah yang kemudian mengarah ke kenaikan berat badan," tambahnya.

Hubungan antara kualitas tidur yang buruk, keinginan untuk mengonsumsi junk food dan melahap camilan tak sehat di malam hari, kata Grandner, kemungkinan menunjukan cara penting bahwa tidur membantu mengatur metabolisme.

Riset yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan ke 32 the Associated Professional Sleep Societies LLC (APSS), menganalisis data dari 3.105 orang dewasa menemukan hal serupa.

Baca juga: Waspadai, 5 Risiko Hobi Ngemil di Malam Hari

Hasil riset menunjukan sekitar 60 persen peserta memiliki kebiasaan "ngemil" di  malam hari secara teratur. Sementara itu, dua pertiga peserta melaporkan  kurang tidur menyebabkan tingginya keinginan untuk mengonsumsi junk food.

Menurut Riset tersebut konsumsi junk food dikaitkan dengan dua kali lipat kemungkinan "ngemil" di malam hari, yang  juga terkait dengan peningkatan risiko diabetes.

"Tidur semakin diakui sebagai faktor penting dalam kesehatan, di samping nutrisi," papar Christopher Sanchez, selaku periset.

Menurutnya, riset ini menunjukkan bagaimana pola tidur dan pola makan saling terkait dan bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan.

Baca juga: Selalu Lapar hingga Libido Lenyap, Inilah 6 Tanda Kurang Tidur



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X