Jumlah Sampah Plastik Terus Meningkat

Kompas.com - 06/06/2018, 09:17 WIB
Suasana sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017). Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan mengakibatkan sampah plastik dari rumah tangga nyaris menyerupai daratan tersebut menumpuk di sepanjang Kali Gendong. (Foto: Ilustrasi) KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017). Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan mengakibatkan sampah plastik dari rumah tangga nyaris menyerupai daratan tersebut menumpuk di sepanjang Kali Gendong. (Foto: Ilustrasi)

Target yang disusun pemerintah dinilai sangat tinggi. Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Ir. Enri Damanhuri menilai, saat ini sebagian sampah plastik belum terkelola. Sehingga seharusnya, sampah dikelola dulu 100 persen secara bertahap.

Target pengurangan sampah hingga 30 persen menurutnya sangat besar.

"Buat saya itu terlalu besar. Target 30 persen tidak mudah karena pengelolaan pusatnya hanya di Jawa, Bali, di tempat lain tidak ada. Indonesia kan bukan hanya Jawa," kata Prof. Enri.

Prof Enri menjelaskan, ada tiga jalur sampah plastik, yakni masuk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA), masuk ke tempat daur ulang dan lingkungan.

Sayangnya, jalur terakhir dianggap paling besar. Sebab, jalur daur ulang (recycling) dianggap masih belum memungkinkan untuk mengurangi semua sampah plastik yang ada.

Sedangkan sampah plastik yang dibuang adalah sampah yang tidak bisa dijual.

"Hanya 20 persen pemulung yang mau mengambil itu. 80 persen dikemanakan? Kalau lari ke TPA tidak masalah, tapi oleh sektor informal dilarikan kemana? Laut, sungai, dikubur, dan sebagainya," ujar Prof. Enri.

Baca juga: Pengelolaan Sampah Diusulkan Jadi Indikator Penilaian Lurah dan Camat

Padahal, jika didalami lebih jauh, semua sampah plastik sebetulnya bisa didaur ulang dan memiliki nilai jual. Namun, butuh kerja seluruh pihak untuk mengelolanya secara tepat.

"Plastik menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu mari kita kelola mudah-mudahan Stranas 2025 bisa tercapai dan ini pekerjaan yang berat," kata dia.

Dari sisi produsen, Aqua Danone pada hari yang sama meluncurkan gerakan #BijakBerplastik untuk mengajak seluruh pihak sama-sama bertanggungjawab atas plastik yang digunakan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X