Kompas.com - 06/06/2018, 09:17 WIB
Suasana sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017). Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan mengakibatkan sampah plastik dari rumah tangga nyaris menyerupai daratan tersebut menumpuk di sepanjang Kali Gendong. (Foto: Ilustrasi) KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017). Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan mengakibatkan sampah plastik dari rumah tangga nyaris menyerupai daratan tersebut menumpuk di sepanjang Kali Gendong. (Foto: Ilustrasi)

"Plastik menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu mari kita kelola mudah-mudahan Stranas 2025 bisa tercapai dan ini pekerjaan yang berat," kata dia.

Dari sisi produsen, Aqua Danone pada hari yang sama meluncurkan gerakan #BijakBerplastik untuk mengajak seluruh pihak sama-sama bertanggungjawab atas plastik yang digunakan.

Danone Aqua berkomitmen mengumpulkan sampah plastik lebih banyak, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya daur ulang sampah plastik, hingga berinovasi terhadap desain kemasan produknya sendiri.

"Kami pastikan kemasan kami bisa di-recycle. Sekarang sudah 98 persen, jadi kemasan itu kalaupun ada di lingkungan tapi kalau dikumpulkan bisa jadi kemasan lain," ujar Direktur of Sustainable Development Danone Aqua, Karyanto Wibowo.

Karyanto menjelaskan, kampanye tersebut sekaligus mengajak seluruh pihak mengubah perilaku penggunaan plastik agar lebih bijak dalam tiga hal.

Pertama, dari tahap produksi agar memproduksi plastik yang bisa didaurulang.

Kedua, dari tahap mengkonsumsi plastik agar bisa memanfaatkannya sehingga bisa bernilai ekonomi.

"Dari industri bisa. Karena ada kemampuan dan inovasi. Memang ini butuh waktu tapi beberapa perusahaan juga sudah komitmen 2025 produk mereka bisa di-recycle. Kami komit hal itu akan terjadi," tuturnya.

Terakhir, tahap pengelolaan sampah. Sampah harus dipastikan dikelola dengan tepat setelah dikonsumsi.

"Kembali ke perilaku, edukasi, pengetahuan konsumen sebenarnya plastik ini bisa di-recycle dan kalau membuang sembarangan akan merusak lingkungan. Ini harus disampaikan agar masyarakat lebih bijak," kata Karyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.