Kompas.com - 07/06/2018, 07:31 WIB
Ilustrasi foto pre wedding Baitong333Ilustrasi foto pre wedding
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Foto prewedding seolah sudah menjadi salah satu bagian penting dari sebuah persiapan pernikahan. Sebagian orang bahkan rela mengalokasikan dana cukup besar untuk foto prewedding karena ingin mengambilnya di luar kota atau bahkan luar negeri.

Namun, menurut fotografer senior Darwis Triadi, tren foto prewedding ternyata hanya ada di Indonesia.

"Saya pernah menelaah, ternyata foto prewedding itu cuma terjadi di Indonesia. Di luar tidak ada. Hanya ada pada waktu wedding saja," kata Darwis dalam konferensi pers Jakarta Wedding Festival 2018 di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: 5 Tips untuk Sesi Foto Pre Wedding yang Sukses dan Berkesan...

Darwis kemudian meneliti lebih jauh mengapa tren tersebut bisa menjadi besar di Indonesia. Hal itu, ternyata berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan pada hari pernikahan itu sendiri.

Jumlah tamu pernikahan di Indonesia yang mencapai ratusan bahkan ribuan membuat para tamu seringkali harus mengantre untuk bersalaman dengan pengantin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di situ lah foto-foto prewedding memiliki fungsi. Para tamu kemudian disajikan foto-foto prewedding sang pengantin agar tak bosan saat mengantre.

Oleh karena itu, foto yang dipajang dinilai sangat merepresentasikan pengantin tersebut.

"Kebiasaan orang kita kan ngomong "ih pengantinnya serasi" atau mungkin kalau si cowoknya kurang menarik, "pasti cowoknya kaya, nih" dan lain sebagainya. Dan itu menarik. Itulah yang membuat industri prewedding berkembang sampai sekarang," tuturnya.

Baca juga: Lokasi Eksotis Jadi Primadona, Foto Prewedding hingga ke Pelosok

Fotografer senior Darwis Triadi dalam konferensi pers Jakarta Wedding Festival 2018 di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (6/6/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Fotografer senior Darwis Triadi dalam konferensi pers Jakarta Wedding Festival 2018 di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (6/6/2018).
Ia menambahkan, sebuah foto prewedding idealnya mampu menyatukan chemistry dari satu pasangan. Sehingga konsep-konsep foto yang berlebihan dan tidak sesuai kepribadian pengantin sebaiknya dihindari.

Seringkali juga, kata Darwis, calon mempelai pria enggan berpose karena ingin cepat selesai. Di situlah fotografer berperan agar keduanya bisa rileks sehingga foto yang dihasilkan natural.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.