Memahami Beda antara Celana Jins Mahal dan Murah... - Kompas.com

Memahami Beda antara Celana Jins Mahal dan Murah...

Kompas.com - 11/06/2018, 18:00 WIB
Ilustrasi pria dan celana jeanseranicle Ilustrasi pria dan celana jeans

KOMPAS.com - Jins telah menjadi item fesyen yang tak lekang oleh waktu dan cocok dipakai di segala suasana.

Mulai dari kencan hingga kerja, outfit ini telah lama menjadi favorit pecinta fesyen segala usia.

Bahkan, jins yang telah usang pun masih sering kita pakai sebagai penunjang gaya.

Tapi, jika saatnya tiba untuk membeli jins baru, berapa banyak uang yang harus kita keluarkan?

Tentu tak semua pria rela mengeluarkan uang besar untuk membeli sebuah celana jins.

Baca juga: Celana Jins Half Century Diklaim Bisa Tahan hingga 50 Tahun

 

Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara celana jins mahal dan murah?

D'Marge dalam sebuah artikel mengutip keterangan, Bryce Alton, CEO Nudie Jeans Australasia, yang mengupas tuntas rahasia tentang celana jins.

Dengan rahasia ini, kita bisa memahami perbedaan celana denim murah dan yang berharga fantastis.

Berikut empat rahasia yang membedakan celana jins mahal dan murah.

1. Desain mempengaruhi biaya

Salah satu hal yang berkontribusi bagi denim kelas atas adalah desainnya. Jins yang mahal tentu memiliki detail yang lebih baik dibanding jins murah.

Pola yang sulit, kancing, dan fitur hiasan, kualitas jahitan, pencucian dan ukuran, semuanya berkontribusi pada harga.

Harga akhir menyesuaikan dengan desain ekslusif dan merek denim.

“Kita tidak dapat memberi harga pada 'seni atau desain' apa pun, tetapi aspek unik dari gaya baru harus selalu dipertimbangkan untuk beberapa level,” papar Alto.

Dengan kata lain, penentuan harga berdasarkan label juga berdasarkan kualitas desain.

Semua pelanggan denim, kata Alton, harus memiliki pandangan dasar ketika membeli celana jins, baik yang murah atau mahal.

"Ukuran yang pas harus menjadi hal utama seperti ketepatan ukuran untuk kedua kaki," tambahnya.

Baca juga: Celana Jins Half Century Diklaim Bisa Tahan hingga 50 Tahun

2. Branding dan reputasi menentukan harga

Branding adalah hal pokok yang mendorong pelanggan untuk terpikat pada suatu produk berdasarkan persepsinya.

Untuk celana jins. menurut Alton, setiap merek berbeda cara dalam menentukan reputasi yang menentukan harga akhir.

Pada merek mewah, misalnya, perlu banyak uang untuk iklan dan membuat produk tersebut mencapai tangan para selebritas.

"Mereka membatasi distribusi untuk mengontrol persediaan dan permintaan," kaya Alton.

Cara ini dilakukan untuk dapat menjual produk dengan poin harga yang mereka inginkan, meskipun kualitasnya tidak jauh berbeda dengan merek lainnya.

Baca juga: Manfaat Lain Freezer, Membuka Amplop hingga Cuci Jins

3. Standar bahan dan manufaktur

Denim kelas atas terbuat dari bahan berkualitas seperti selvedge Jepang, denim halus atau 100 persen buatan tangan.

Poin utama yang harus kita perhatikan ketika ingin membeli jins adalah kualitas bahan yang kita inginkan.

Selvedge merupakan denim terbaik yang tentu memiliki harga mahal, meksipun ada beberapa varian yang lebih murah.

Jenis denim ini dibuat dengan alat tenun kecil untuk menghasilkan jahitan bagian tepi yang tertutup kuat dan tidak terurai.

Alat tenun yang lebih besar yang dirancang untuk produksi massal, menenun benang dengan cepat, dan dapat mempercepat proses pembuatan.

Namun, bahan denim yang dibuat dengan cara ini memiliki bagian ujung yang longgar, sehingga membutuhkan jahitan agar benang tidak terurai.

Tentu saja bahan tersebut akan menjadi jins yang mudah robek saat dipakai.

Jins dengan bagian tepi yang rapat akan membuat penampilan kita semakin baik.

"Intinya adalah, seperti semua manufaktur, ada produksi yang baik dan prosedur produksi yang buruk," kata Alton.

"Ini berawal dari bahan menuju proses manufuktur sebagai usaha menjaga lingkungan," tambahnya.

Usaha untuk menjaga lingkungan dalam industri fesyen, kata Alton, juga menentukan harga akhir dari sebuah produk.

Baca juga: Kapan Saatnya Berhenti Memakai Jins?

5. Kenyataan tentang denim mewah

Menurut pakar denim bernama Bryce Alton, kita tidak benar-benar mendapatkan jins kualitas superior ketika mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.

“Biaya untuk produksi jins jelas akan bervariasi tergantung di mana, bagaimana, dan apa yang diproduksi dari semua itu,” kata dia.

Jins yang dibuat di negara dunia ketiga, seperti China, memiliki biaya yang jauh lebih rendah.

Hal ini karena upah minium pegawai yang bekerja, umumnya juga rendah dibandingkan negara lain. 

Dalam banyak kasus, ini juga berlaku untuk jins yang dibuat oleh pabrik yang tidak mengikuti kebijakan lingkungan yang ketat.

Upah pekerja dan kebijakan lingkungan yang ketat juga bisa meningkatkan harga produk.

Selisih harga yang kecil bagi setiap unit denim mungkin tidak masalah bagi kita.

Tapi, menurut Bryce Alton, perbedaan biaya satu dolar atau sekitar Rp 14.000 per unit untuk produksi 10 juta jeans per tahun di China, misalnya, mampu menciptakan penghematan hingga 10 juta dolar atau Rp 139 triliun.

Baca juga: Inspirasi Gaya Ramadhan untuk Pecinta Denim

 


Close Ads X