Cara Menghitung Berat Badan Ideal, Bukan Cuma Dari Timbangan - Kompas.com

Cara Menghitung Berat Badan Ideal, Bukan Cuma Dari Timbangan

Kompas.com - 11/06/2018, 20:21 WIB
Ilustrasi mengukur berat badan dan lingkar pinggangktsimage Ilustrasi mengukur berat badan dan lingkar pinggang

KOMPAS.com - Memiliki berat badan yang ideal dan juga sehat menjadi impian setiap orang. Secara umum, berat badan yang ideal identik dengan proporsi tubuh yang pas. Lantas, bagaimana cara menghitung berat badan ideal?

Banyak orang tidak tahu berapa berat badan ideal yang harus dimilikinya. Padahal hal ini adalah langkah awal menuju hidup sehat.

Orang yang punya berat badan ideal berisiko lebih kecil untuk terserang berbagai penyakit kronis seperti stroke dan diabetes.

Maka itu, ketahui dan hitung berapa berat badan ideal dengan beberapa cara berikut ini.

1. Melalui BMI

Menghitung berat badan ideal bisa dilakukan dengan Body Mass Index (BMI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Indeks Massa Tubuh (IMT). Perhitungan ini didapatkan dengan membagi berat dan tinggi kuadrat dalam satuan meter.

Angka yang ditunjukkan memiliki arti yang dapat dikelompokkan dalam klasifikasi skala IMT. IMT sendiri dapat digunakan sebagai alat skrining, tapi tidak dapat mendiagnosis kegemukan tubuh atau tingkat kesehatan seseorang.

Klasifikasi skala BMI

Dikutip dari Joslin Diabetes Center, BMI untuk kelas Asia dan Asia Amerika dihitung dalam skala berikut:

  • Kurus: kurang dari 18,5
  • Normal: 18,5-22,9
  • Kelebihan berat badan (overweight): 23-26,9
  • Obesitas: lebih dari 27

Kamu bisa cek berat badan di kalkulator BMI ini. Setelah itu, coba lihat kamu termasuk ke dalam skala yang mana. Hal ini bisa menjadi patokan untuk melihat secara umum kategori berat badanmu.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan yang Bisa Dilakukan Semua Orang

2. Melalui rasio pinggang-pinggul

Cara lainnya untuk menghitung berat badan ideal adalah dengan mengukur rasio pinggang-pinggul. Rasio pinggang-pinggul, atau disebut waist-hip ratio (WHR) adalah cara menentukan berat ideal dengan membandingkan ukuran pinggul dan pinggang.

Sebagian besar lemak yang terkumpul di sekitar pinggang umumnya dikaitkan dengan risiko masalah kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Cara mengukurnya yaitu dengan mengukur bagian pinggang pada titik terpendeknya. Atau, jika tidak ada titik tersempit karena pinggang yang cenderung rata dan tertutup lemak, maka ukurlah dari 2,5 cm di atas pusar.

Untuk pinggul, ukurlah pada titik yang paling lebar dari bokong. Jika sudah, maka bagilah antara ukuran pinggang dengan pinggul.

Skala rasio pinggang-pinggul

Untuk pria:

  • Risiko gangguan kardiovaskular rendah: kurang dari 0,9
  • Risiko gangguan kardiovaskular sedang: 0,9-0,99
  • Risiko gangguan kardiovaskular tinggi: sama dengan atau lebih dari 1

Untuk wanita:

  • Risiko gangguan kardiovaskular rendah: kurang dari 0,8
  • Risiko gangguan kardiovaskular sedang: 0,8-0,89
  • Risiko gangguan kardiovaskular tinggi: sama dengan atau lebih dari 0,9

Punya berat badan ideal belum tentu sehat

Perhitungan dengan kedua cara ini hanya sebagai patokan umum akan berat dan ukuran tubuh ideal. Akan tetapi, kedua pengukur ini tidak bisa menghitung persentase lemak tubuh, otot, dan kesehatan secara keseluruhan.

IMT misalnya, pengukur ini tidak benar-benar menggambarkan status gizi dan persentase lemak tubuh. Sebab, rumus ini menyesuaikan berat dan tinggi badan agar terlihat proporsional.

Kemudian WRH juga tidak dapat mengukur lemak tubuh yang terkonsentrasi di bagian lainnya, melainkan hanya pinggul dan pinggang.

Oleh karena itu, jangan senang dulu ketika skala menunjukkan kamu berada pada berat ideal dan rasio pinggang pinggul yang sedang. Hal ini tidak memastikan bahwa kamu berada dalam kondisi yang sehat.

Periksakan ke dokter untuk lebih mengetahui secara keseluruhan apakah beratmu juga merupakan berat yang sehat.

Mendapatkan berat badan yang ideal dan sehat bisa dicapai dengan menerapkan pola hidup sehat.

Mengonsumsi makanan bergizi serta kaya nutrisi yang baik bagi tubuh, rutin olahraga, dan mengurangi tingkat stres bisa menjadi cara terbaik untuk menuju ke arah tersebut.


Sumber
Close Ads X