Pola Diet dan Makan Sehat Sesuai Bentuk Tubuh - Kompas.com

Pola Diet dan Makan Sehat Sesuai Bentuk Tubuh

Kompas.com - 12/06/2018, 09:12 WIB
Ilustrasi diet dan bentuk tubuhRanta Images Ilustrasi diet dan bentuk tubuh

KOMPAS.com - Beberapa pola makan mungkin sudah tidak asing bagi kamu. Misalnya pola keto, atkins, dan lainnya. Tapi, pernahkah kamu mendengar soal pola makan sesuai bentuk tubuh?

Bentuk tubuh seseorang bisa memberikan informasi tentang bagaimana respon tubuh terhadap asupan makanan dan bagaimana hormon bekerja.

Bentuk tubuh juga memberi informasi tentang karakter sistem syaraf simpatik atau sympathetic nervous system (SNS).

Menurut situs Precision Nutrition, dengan memahami karakter fisiknya, maka seseorang akan mampu memahami perbedaan metabolisme dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Kemudian, mereka bisa menyesuaikannya dengan asupan nutrisi untuk memaksimalkan komposisi tubuh dan tujuan kesehatan yang ingin dicapai.

Baca juga: 6 Aturan Aman Menjalani Diet Rendah Karbohidrat

Sebelum menentukan jenis tubuhmu, ingatlah bahwa hanya sedikit orang yang masuk ke dalam satu kategori secara sempurna. Kebanyakan orang memiliki bentuk tubuh kombinasi.

Ilustrasi bentuk tubuhGuzaliia Filimonova Ilustrasi bentuk tubuh

1. Ektomorf

Ektomorf biasanya merujuk pada bentuk tubuh dengan struktur tulang lebih kecil dan kaki-tangan yang ramping, seperti atlet marathon. Pada orang-orang dengan bentuk tubuh ini, tiroid dan SNS seringkali lebih dominan.

Ektomorf memiliki rasio metabolik cepat dan toleransi karbohidrat tinggi. Orang-orang bertipe tubuh ektomorf akan lebih baik mengkonsumsi karbohidrat bersamaan dengan asupan protein dan pangan rendah lemak.

Contoh porsi nutrisi yang dibutuhkan adalah 55 persen karbohidrat, 25 persen protein dan 20 persen lemak.

Jika kamu kesulitan menghitung, konsumsilah lebih banyak karbohidrat namun sedikit lemak.

Mengikuti petunjuk Precision Nutrition, contoh pola makanmu dalam setiap porsi adalah satu kepal makanan tinggi protein, satu kepal sayuran, dua kepal makanan tinggi karbohidrat, dan satu setengah ukuran ibu jari makanan berlemak.

2. Mesomorf

Tipikal mesomord memiliki ukuran struktur tulang medium dan tubuh atletis. Jika mereka aktif bergerak maka mereka juga memiliki persentase massa otot yang tinggi.

Olahragawan seperti pelari sprinter dan pesenam cenderung masuk dalam kategori ini.

Orang-orang dengan jenis tubuh mesomorf memiliki hormon pertumbuhan dan testoteron yang dominan. Artinya, mereka memiliki kecenderungan mudah membentuk otot dan mengatur persentase lemak tubuh bagian bawahnya.

Jika kamu termasuk kelompok mesomorf, pola makan karbohidrat, protein dan lemak yang seimbang adalah yang paling tepat.

Contoh pola makan mesomorf, misalnya 40 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 30 persen lemak.

Mengikuti petunjuk Precision Nutrition, porsi makan untuk mesomorf adalah satu kepal makanan tinggi protein, satu kepal sayuran, satu kepal makanan tinggi karbohidrat, dan satu ukuran jempol makanan berlemak.

3. Endomorf

Endomorf cenderung memiliki struktur tulang yang besar serta massa tubuh dan massa lemak yang tinggi. Pemain rugby dan atlet angkat beban biasanya masuk ke dalm kategori ini.

Bagi mereka, asupan kalori berlebih akan disimpan sebagai lemak dan cenderung memiliki penyimpanan energi yang lebih besar, termasuk massa otot dan massa lemak.

Oleh karena itu, endomorf cenderung lebih baik menerapkan toleransi karbohidrat. Precision Nutrition menyarankan pola makan dengan asupan lemak dan protein tinggi, dengan karbohidrat terkontrol.

Contoh pola makannya dalam satu porsi, adalah 25 persen karbohidrat, 35 persen protein dan 40 persen lemak.

Pada intinya, terapkan pola makan rendah karbohidrat namun tinggi lemak dan protein.

Precision Nutrition memberi petunjuk contoh pola makan, seperti: satu kepal makanan tinggi protein, satu kepal sayuran, satu setengah kepal penuh makanan tinggi karbohidrat, dan dua ukuran jempol lemak.

Sebagai catatan, tiga pola contoh porsi yang disampaikan lebih dikhususkan pada wanita. Namun secara umum, pola makan sesuai bentuk tubuh bisa menjadi awal yang baik jika kamu ingin mengoptimalisasi nutrisi yang dikonsumsi.

Kamu tak perlu susah payah menghitung kalori yang dikonsumsi, melainkan bisa menjalani pola makan sesuai kemampuan tubuh.

Namun, untuk pola makan atau diet yang lebih meyakinkan, temui dokter untuk berkonsultasi.


Close Ads X