Sering Ditanya "Kapan Nikah" Saat Kumpul Keluarga, Apa Efek Psikologisnya? - Kompas.com

Sering Ditanya "Kapan Nikah" Saat Kumpul Keluarga, Apa Efek Psikologisnya?

Kompas.com - 12/06/2018, 16:09 WIB
IlustrasiThinkstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para single atau mereka yang belum menikah dalam usia mapan, pulang ke kampung halaman kadang menjadi beban.

Salah satunya, ketika "dihujani" pertanyaan, " Kapan nikah?".

Menjelang Lebaran, bahkan ada toko yang menjual kaus bertuliskan, "Tolong jangan tanya kapan nikah".

Fenomena lainnya, para pemudik yang masih jomblo, menuliskan kata-kata yang ditempel di tas atau sepeda motornya dengan beragam pesan.

Bagi yang membacanya, kata-kata seperti "Tidak mudik bawa calon menantu" dan sebagainya mungkin lucu.

Tetapi, bisa jadi hal itu cara untuk membentengi diri agar tak ditanya pertanyaan terkait status dan lain-lain.

Baca juga: Mbok, Aku Mudik Mung Gowo Roti, Durung Iso Gowo Calon Mantu

Secara psikologis, bagaimana efek pertanyaan "Kapan nikah?" yang kerap ditanyakan saat silaturahim keluarga, termasuk pada momen Lebaran?

Psikolog Unit Layanan Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Laelatus Syifa, M.Psi, mengatakan, pertanyaan "Kapan nikah" bisa jadi sebenarnya hanya basa-basi.

Akan tetapi, ia mengingatkan, pertanyaan ini bisa menimbulkan efek yang berbeda terhadap masing-masing orang.

"Bisa jadi awalnya pertanyaan ini sebenarnya basa-basi, cenderung tidak terlalu serius, cuma ternyata menimbulkan efek. Efeknya ini berbeda-beda untuk setiap orang," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/6/2018).

Efek itu, bisa positif, bisa negatif.

Efek positif dan efek negatif

Efek positif dari pertanyaan ini ada beberapa hal. Misalnya, tetap cuek dan menanggapinya dengan tenang.

Ada yang mendapat pencerahan dari pertanyaan tersebut, contohnya, "Kamu mau mencarikan saya jodoh?", yang kemudian akan membukakan jalan jodohnya.

Efek negatifnya, bisa menimbulkan stres, frustasi, atau menghindar secara sosial.

Kedua efek tersebut muncul tergantung dua faktor, internal dan eksternal.

Faktor internal antara lain adalah, apakah ada trauma dalam diri orang tersebut, putus hubungan cinta, kepercayaan diri, atau cara berpikirnya.

Jika seseorang merasa pertanyaan tersebut menuntut, kemudian membandingkan dirinya dengan orang lain, hal tersebut akan menuju pada efek negatif.

Baca juga: Baim Wong Bosan Ditanya Kapan Nikah

Kepercayaan diri menjadi hal penting dalam konteks ini.

"Jika seseorang percaya diri, pertanyaan tersebut tidak akan ngaruh sebenarnya," lanjut Laelatus.

Faktor eksternal adalah yang muncul dari luar, seperti lingkungan sosialnya atau tekanan pihak keluarga.

Ia mengatakan, besarnya efek dari pertanyaan ini terhadap seseorang tergantung dari besarnya harapan dan kenyataan.

Contohnya, ketika seseorang yang masih kuliah ditanya soal ini, akan biasa saja karena tidak ada harapan besar agar ia cepat menikah.

Akan tetapi, berbeda halnya jika terjadi pada seseorang yang secara umur memang sudah matang.

Mereka mempunyai harapan tinggi terhadap pernikahan, tapi kenyataannya belum bisa terealisasi. Maka, pertanyaan ini bisa menjadi pertanyaan yang sensitif.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Tips Menghadapi Pertanyaa Kapan Nikah

Kompas TV Cara menghindari pertanyaan 'Sulit' pas ngumpul keluarga.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Tampil Tetap Cantik di #10YearChallenge, Shandy Aulia Berbagi Rahasia

Tampil Tetap Cantik di #10YearChallenge, Shandy Aulia Berbagi Rahasia

Look Good
Kaum Milenial Pun Kini Koleksi Berlian...

Kaum Milenial Pun Kini Koleksi Berlian...

Look Good
Cukupkah Bakar Lemak Cuma Andalkan Kardio?

Cukupkah Bakar Lemak Cuma Andalkan Kardio?

Feel Good
Diet Sehat bagi Tubuh dan Lingkungan, Yuk Coba!

Diet Sehat bagi Tubuh dan Lingkungan, Yuk Coba!

Eat Good
Ada yang Menarik di Ajang 'Jakarta Sneaker Day 2019'...

Ada yang Menarik di Ajang "Jakarta Sneaker Day 2019"...

Look Good
Trik Kate dan Meghan agar Tampil Keren Selama Masa Hamil

Trik Kate dan Meghan agar Tampil Keren Selama Masa Hamil

Look Good
Saran Kemenkes untuk Cegah Obesitas

Saran Kemenkes untuk Cegah Obesitas

Eat Good
Solusi Lenyapkan Bekas Jerawat

Solusi Lenyapkan Bekas Jerawat

Look Good
Ridwan Kamil Pancing Tawa, Unggah Foto Afgan untuk #10YearChallenge

Ridwan Kamil Pancing Tawa, Unggah Foto Afgan untuk #10YearChallenge

Look Good
Gaya Ivanka Trump dengan Rok Midi saat Cuaca Dingin

Gaya Ivanka Trump dengan Rok Midi saat Cuaca Dingin

Look Good
Giliran Lipstik Merah Meghan Markle Jadi Sorotan

Giliran Lipstik Merah Meghan Markle Jadi Sorotan

Look Good
Cara Praktis Penuhi Kebutuhan Protein Saat Bentuk Otot

Cara Praktis Penuhi Kebutuhan Protein Saat Bentuk Otot

Eat Good
Merawat Rambut dengan Minyak Alami

Merawat Rambut dengan Minyak Alami

Look Good
Produk Wajib untuk Riasan Wajah ala Korea

Produk Wajib untuk Riasan Wajah ala Korea

Look Good
Sebelum Beli Berlian, Perhatikan Kriteria '6C'

Sebelum Beli Berlian, Perhatikan Kriteria "6C"

Look Good

Close Ads X