Mangga Ternyata Baik untuk Kesehatan Jantung

Kompas.com - 13/06/2018, 19:19 WIB
Ilustrasi buah manggashutterstock Ilustrasi buah mangga

Ataulfo atau mangga madu, dipilih dalam riset ini karena mengandung konsentrasi polifenol yang tinggi.

Setelah 14 hari makan mangga, para peserta riset melanjutkan diet normal mereka sehari-hari dan menghilangkan asupan mangga selama 13 hari.

Dalam riset ini, peneliti juga mengukur denyut jantung dan tekanan darah, sampel darah dan napas, untuk mengevaluasi kesehatan usus setiap peserta.

Pada awal penelitian, tekanan darah setiap peserta tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Namun, setelah mengonsumsi mangga, tekanan darah sistolik peserta menjadi lebih rendah hanya dalam dua jam usai mengonsumsi mangga.

Para peneliti juga menemukan penurunan tekanan nadi secara signifikan dua jam setelah konsumsi mangga.

Baca juga: Mengenal Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Tekanan darah sistolik - angka atas dalam pembacaan tekanan darah - menunjukkan seberapa besar tekanan darah kita terhadap dinding arteri ketika jantung berdetak.

Tekanan nadi adalah perbedaan antara sistolik dan diastolik (angka bawah) dalam pembacaan tekanan darah, yang dapat digunakan sebagai indikator kesehatan jantung.

Tingkat pernapasan hidrogen dan metana diukur, yang mencerminkan jumlah gas yang dihasilkan karena fermentasi mikroba di saluran usus.

Menurut Dr Hackman, selaku pemimpin riset, beberapa peserta riset menghasilkan hidrogen, beberapa menghasilkan metana, dan sisanya menghasilkan gas lain atau kombinasi kedua gas tersebut. 

Sementara itu, enam dari 24 peserta menghasilkan metana.

Oleh karena itu, periset menyimpulkan mangga merupakan buah yang dapat membantu memainkan peran dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Halaman:



Close Ads X