Kompas.com - 14/06/2018, 06:43 WIB

“Tahun ini sudah produksi sampai 6 kali. Awalnya 300, terus nambah, nambah sampai total 633 pak sudah kita produksi,” kata Shintya.

Baca juga: Batasi Makanan Berlemak Saat Lebaran Dengan 5 Cara Ini

Amplop yang dibuat Shintya dari bahan art paper dengan ukuran amplop 7x8 cm, dengan desain menggunakan teknik digital.

Semua stok sudah dipersiapkan sejak 6 bulan sebelum Lebaran.

Amplop produksinya tidak hanya memiliki tema yang menarik, tetapi juga berisikan pesan-pesan tertentu, misalnya ‘Jangan kalap makan ya’.

Produksi dilakukan di Purwokerto dan dijual secara online. Produk amplop kreasi Shintya sudah dikirim ke berbagai daerah di dalam dan luar Pulau Jawa, seperti Balikpapan dan Bandar Lampung.

Amplop flanel

Sementara itu, Riza, memproduksi aneka amplop warna-warni yang terbuat dari kain flanel dan kain tisu (sponbond) yang dijualnya secara online melalui @amplopkulucu.

Usaha ini sudah dijalani Riza sejak 5 tahun lalu, dan berlanjut hingga kini di setiap Ramadhan dan jelang Lebaran.

Baca juga: Yuk, Ikuti Tips Ini untuk Tampil Modis Saat Lebaran

“Awalnya hanya untuk cari-cari tambahan uang jajan dengan memanfaatkan momen lebaran,” kata Riza, saat dihubungi Kompas.com, Rabu.


Dari tahun ke tahun, ia terus melakukan perbaikan dan kreasi amplopnya, sesuai dengan minat konsumen.

Beberapa amplop produksi Riza misalnya berbentuk tokoh kartun, buah-buahan, dan makanan.

Harganya juga sangat terjangkau, yaitu Rp 4.500-Rp 10.000 per paknya (1 pak terdiri dari 10 lembar amplop).

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Ketupat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.