Gawai Sebabkan Anak Terlambat Bicara, Benarkah?

Kompas.com - 21/06/2018, 14:49 WIB
Ilustrasi anak main gadget. ThinkstockIlustrasi anak main gadget.

KOMPAS.com - Anak-anak sekarang cenderung memilih memainkan gawai ketimbang bermain aktif di luar rumah bersama teman-teman sebayanya.

Apalagi jika si kecil sedang rewel, mungkin kebanyakan orangtua akan memberikan gadget untuk menenangkannya. Padahal, terlalu sering atau kecanduan main gadget bisa berbahaya lho!

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa gadget memberikan efek negatif bagi perkembangan anak-anak. Sebuah penelitian baru melibatkan hampir 900 anak yang berusia antara 6 bulan hingga 2 tahun.

Hasil riset itu menunjukkan bahwa mereka telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk memainkan gadget sehingga mengalami keterlambatan kemampuan berbicara. Kenapa gadget bisa sebabkan anak terlambat bicara?

Untuk setiap 30 menit memainkan gadget, ternyata terjadi risiko peningkatan keterlambatan bicara sebesar 49%. Penelitian yang dipimpin oleh dokter spesialis anak dari Rumah Sakit untuk Anak-Anak di Kanada tersebut dipresentasikan pada pertemuan tahunan Pediatric Academic Societies.

Baca juga: Kenali Tanda Anak Terlambat Bicara Sejak Usia Dini

Para peneliti juga menyebutkan, hasil riset memang tidak menemukan efek gadget terhadap keterampilan komunikasi lainnya, seperti isyarat, bahasa tubuh atau interaksi sosial. Akan tetapi, justru pada kemampuan berbicara perlu diselidiki lebih lanjut.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua penting untuk berupaya mengatasi masalah perkembangan bicara pada anak-anak,” papar Dr. Jenny Radesky, asisten profesor perkembangan perilaku anak di University of Michigan dan anggota komite eksekutif American Academy of Pediatrics.

Radesky mengatakan ada sejumlah alasan mengapa American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk ‘melawan’ penggunaan telepon genggam atau komputer untuk anak di bawah usia 18 bulan.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
Ia juga mendorong para orang tua untuk memanfaatkan masa emas anak dengan baik, dengan cara terlibat aktif dengan Si Kecil.

Hal ini didasari studi bahwa sekarang ini anak-anak tidak mampu memahami hubungan antara dunia dua dimensi pada gadget dengan kenyataan dunia tiga dimensi di sekitar mereka.

"Bahkan jika mereka dapat meniru apa yang dilihat gadget, mereka tidak dapat selalu mentransfer hal itu ke dalam dunia nyata, " jelasnya.

“Pemikiran simbolis dan fleksibilitas memori adalah sesuatu yang belum dapat diatasi oleh sebuah aplikasi dalam gadget, tidak peduli seberapa interaktifnya mereka."

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X