Pernikahan Bertema Tradisional Kembali Diminati - Kompas.com

Pernikahan Bertema Tradisional Kembali Diminati

Kompas.com - 27/06/2018, 09:09 WIB
Pasangan pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution berjalan seusai mengikuti prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).ANTARA FOTO / R. REKOTOMO Pasangan pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution berjalan seusai mengikuti prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).
JAKARTA, KOMPAS.com - Tren konsep pernikahan rupanya berubah-ubah, mulai dari tradisional, modern, minimalis, hingga internasional dengan pernak-pernik ke barat-baratan.
 
Sempat pula muncul kecenderungan di mana banyak pasangan melirik konsep naturalis, dengan suasana simpel, alami, dan di area terbuka.
 
Namun belakangan, pernikahan tradisional yang sempat dianggap kuno beberapa saat lalu, kini kembali menjadi opsi favorit.
 
Cluster Director of Wedding for Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan dan JW Marriot Jakarta, Dini Tirtasari mengungkapkan, proporsi pernikahan berkonsep tradisional pada 2017 di tempatnya mencapai 40 persen, sisanya bertema internasional.
 
"Peminat pernikahan tradisional jauh meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya, dan tidak tertutup kemungkinan akan bisa meningkat di tahun ini dan tahun depan," kata Dini di Jakarta, Selasa (26/6/2018).
 
 
Fenomena peningkatan ini, menurut Ega Alamsjah dari Wedding Carnaval, memiliki ragam faktor, salah satunya tradisi keluarga.
 
Kian ke sini, penghormatan atas tradisi keluarga kian besar dan memengaruhi hingga ke momen sakral seperti pernikahan.
 
Kemudian faktor lain berupa keintiman untuk merekam momen pernikahan dengan elemen sangat esensial dari tradisi turun-temurun.
 
"Dan semakin hari sisi kreativitas pasangan kian baik, sehingga dapat mengeksplorasi konsep-konsep itu tanpa meninggalkan tradisi," ujar Ega.
 
Sementara, desainer Rumah Kebaya, Eva Pudjojoko mengungkapkan, dalam pernikahan tradisional, beberapa momen dianggap sangat berharga, seperti siraman pada tradisi Jawa dan lain-lain.
 
"Momen mengharukan itu yang membuat sesi pernikahan tradisional sakral dan masih diminati," ujar Eva.



Close Ads X