Tak Perlu Jongkok di Toilet Umum untuk Menghindari Bakteri

Kompas.com - 27/06/2018, 15:00 WIB
Ilustrasi toilet bersihThinkstock Ilustrasi toilet bersih

KOMPAS.com - Seringkali orang memilih jongkok di toilet umum daripada duduk karena menghindari kuman. Namun, menurut para peneliti, jongkok justru lebih buruk dibanding duduk. 

Dikutip dari laman The Sun, ahli mikrobiologi klinis dari Universitas Leicester Primrose Freestone tak menampik kotoran manusia memang membawa berbagai macam patogen yang dapat ditularkan.

Beberapa patogen tersebut seperti campylobacter, Enterococcus, Escherichia coli, salmonella, shigella, staphylococcus, streptococcus dan bakteri Yersinia serta virus seperti norovirus, rotavirus dan hepatitis A dan E.

"Jadi tentu saja, akan selalu ada risiko infeksi saat berdekatan dengan kotoran," tulisnya untuk The Conversation.

Tapi seberapa serius risikonya saat berada di toilet umum?

Menurut Freestone, risiko bakteri menginfeksi saat duduk di toilet umum sangat kecil, karena kebanyakan penyakit usus melibatkan transfer bakteri dari tangan ke mulut sebagai akibat dari kontaminasi kotoran tangan, makanan dan permukaan. 

Selain itu, ada ada dua hal lagi yang melindungi. Pertama, tubuh manusia dilengkapi dengan lapisan bakteri baik dan yeast yang berfungsi sebagai pelindung.

Kedua, manusia memiliki sistem kekebalan, yang disebut Freestone "sangat baik" untuk melindungi terhadap bakteri jahat.

"Jadi, kita tidak perlu berjongkok di atas toilet,” tulis Freestone.

Sebaliknya, jongkok bisa menyebabkan cedera atau meningkatkan risiko infeksi.

Baca juga: Jangan Biasakan Bawa Gadget ke Toilet

Menurut terapis kesehatan wanita, Brianne Grogan, jika kita jongkok di toilet, otot dasar panggul dan korset panggul akan mengalami tegang saat buang air kecil.

“Kondisi ini akan menyulitkan urine mengalir, dan sering kali mengharuskan untuk mendorong atau 'menahan' sedikit untuk membuat urin keluar dengan cepat,” katanya.

Halaman:



Close Ads X