7 Jenis Kacang yang Sehat untuk Dimakan

Kompas.com - 02/07/2018, 05:05 WIB
Ilustrasi kacang hitam bhofack2Ilustrasi kacang hitam
Editor Wisnubrata

Sama seperti jenis kacang lainnya, kacang hitam menjadi sumber serat, protein, dan folat yang baik untuk segala usia, baik pria maupun wanita. Dilihat dari nutrisinya, satu cangkir (172 gram) kacang hitam matang mengandung:

  • Kalori: 227 kalori
  • Protein: 15,2 gram
  • Serat: 15 gram
  • Folat: 64 persen
  • Mangan: 38 persen
  • Magnesium: 30 persen
  • Vitamin B1: 28 persen
  • Besi: 20 persen

Kacang hitam diketahui memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat lainnya.

Ini artinya, konsumsi kacang hitam tidak akan membuat gula darah melonjak drastis setelah makan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan kacang hitam dengan nasi tidak mengalami lonjakan gula darah dibandingkan dengan orang yang hanya makan nasi atau roti.

6. Kacang kedelai

Ilustrasi kacang kedelaithavornc Ilustrasi kacang kedelai
Kacang kedelai sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai olahan seperti tahu, tempe, susu kedelai, keju, dan sebagainya. Faktanya, kandungan gizi kacang kedelai bisa diadu dengan jenis kacang lainnya.

Nah, simak kandungan nutrisinya dalam setiap satu cangkir (172 gram) kacang kedelai berikut ini.

  • Kalori: 298 kalroi
  • Protein: 28,6 gram
  • Serat: 10,3 gram
  • Mangan: 71 persen
  • Besi: 49 persen
  • Fosfor: 42 persen
  • Vitamin K: 41 persen
  • Vitamin B2: 29 persen
  • Folat: 23 persen.

Kacang kedelai juga mengandung isoflavon, sejenis antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Sebuah penelitian besar yang menggabungkan hasil 21 penelitian lain menemukan bahwa makan kedelai dapat menurunkan risiko kanker perut sebesar 15 persen, terutama pada wanita.

Kandungan isoflavon pada kedelai mirip dengan kerja estrogen dalam tubuh wanita, disebut sebagai fitoestrogen, yang menurun pada saat menopause.

Suatu penelitian besar terhadap 403 wanita pascamenopause mengungkapkan bahwa konsumsi isoflavon kedelai selama dua tahun dapat membantu mengurangi hilangnya kepadatan tulang yang terjadi selama menopause.

Hal ini juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah sebagai pemicu risiko penyakit jantung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X