Kompas.com - 04/07/2018, 05:05 WIB

KOMPAS.com - Banyak ahli berpedapat yoga adalah jenis olahraga yang memiliki berjuta manfaat.

Yoga dipercaya mampu menyeimbangkan tubuh, mental dan holistik pada seseorang. Bahkan, banyak ahli berpendapat yoga ampuh untuk meredakan stres.

Sayangnya, riset terbaru yang dilaporkan oleh laman D'Marge menemukan hal yang mungkin merupakan sisi negatif dari olahraga yang menerapkan prinsip mindfullness ini.

Berdasarkan hasil riset, yoga dan meditasi kontemporer, para peserta pemula dalam latihan yoga memiliki kecenderungan merasa lebih baik dibanding orang lain, alias egonya meningkat. 

Riset ini dilakukan oleh peneliti dari The University of Southampton.

Baca juga: 7 Manfaat Yoga untuk Pria

Riset dilakukan dengan meneliti 93 siswa yoga dan mengevaluasi perasaan peningkatan kualitas diri mereka selama 15 minggu.

Pertama, periset menilai persepsi peserta terhadap peningkatan diri dengan menanyakan bagaimana nilai pribadi mereka dibanding rata-rata siswa yoga lainnya.

Kemudian, peserta mengambil tes yang mengindentifikasi kecenderungan narsistik yang mendasar.

Kecenderungan tersebut dilakukan dengan meminta peserta menilai sebuah kalimat seperti 'Saya akan terkenal karena perbuatan baik yang saya lakukan'.

Periset juga menilai skala kepercayaan diri peserta dengan menanyakan pendapat peserta mengenai kalimat, seperti 'Saat ini, saya memiliki harga diri yang tinggi'.

Hasil menunjukan adanya peningkatan diri yang signifikan setelah 24 jam peserta melakukan yoga.

Hasil serupa juga diperoleh dari sekelompok peserta yang berlatih meditasi.

Yoga dan meditasi pada awalnya memang ditujukan untuk menenangkan ego. Tapi, banyak praktisi masa kini justru melakukannya dengan tujuan utama untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Namun, pakar yoga bernama Andrew Hompson mengatakan yoga, dan juga semua olahraga atau olah pikiran lain, memang membuat kita merasa baik tentang diri sendiri.

Sama seperti orang yang baru belajar bela diri lalu merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Tapi, ini tidak berarti membuat kita menjadi manusia egois.

Baca juga: Pria Juga Butuh Yoga

"Cara saya mengajar dan cara saya berlatih adalah tentang menjadi 'nyata' dan tidak bersikap sombong atau arogan tentang postur yang dapat kita lakukan dengan baik," paparnya.

Ia juga meyakini jika yoga dapat menjadi alternatif untuk siapapun yang berjuang dengan masalah tulang belakang dan ketenangan pikiran.

"Mengatakan hanya ada satu versi yoga yang benar adalah seperti mengatakan hanya ada satu jenis musik yang sejati," ucap Andrew Hompson.

Ia menambahkan bahwa menggerakan tubuh kita dengan penuh fokus dan bernapas secara sadar sama halnya dengan berlatih kerja.

Menurutnya, nama atau gaya yoga bukan hal yang penting. Tapi, bagaimana cara kita berkeringat atau melakukan yoga itulah intinya.

Selain itu, pernapasan secara sadar dan gerak penuh perhatian juga menjadi hal utama.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.