Latihan Intensitas Tinggi ala Strong by Zumba

Kompas.com - 04/07/2018, 07:00 WIB
Zumba, ilustrasi Zumba, ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi kamu yang mencari olahraga dengan intensitas tinggi, namun tidak membosankan, coba jajal olahraga baru dari Zumba. 

Diberi nama Strong by Zumba, jenis olahraga baru ini dikembangkan oleh tim Education and New Programming di Zumba Fitness yang dipimpin oleh Ai Lee Syarief, istri dari mantan atlet karate Indonesia, Umar Syarief.

Strong by Zumba sendiri merupakan sebuah olahraga dengan instensitas tinggi yang dilakukan secara berkelompok, di mana menggabungkan latihan untuk menurunkan berat badan, pembentukan otot tubuh, cardio dan gerakan plyometric yang diselaraskan dengan musik. 

Salah satu perbedaan mendasar Strong by Zumba dan Zumba biasa adalah musik. 

Berbeda dengan Zumba yang menggabungkan musik dengan aliran latin, hip-hop, dan lagu-lagu dari mancanegara, Strong by Zumba menggunakan musik dengan irama lebih cepat seperti musik beraliran EDM, techno, house, dubstep dan hip-hop

Musik ini secara khusus dibuat agar selaras dengan setiap gerakan melalui reverse engeneering.

Hal ini tak lepas dari konsep “Perfect Sync” atau “Sinkronisasi Sempurna” yang berperan penting dalam Strong by Zumba. 

Karateka senior Indonesia, Umar Syarief (kiri), dan sang istri, Ai Lee Syarief (kanan), berpose seusai jumpa pers mengenai strong by zumba di Odiseus Fitness & Spa, Istana Sahid Apartmen, Jakarta, Kamis (29/9/2016).SEGAF ABDULLAH/JUARA.net Karateka senior Indonesia, Umar Syarief (kiri), dan sang istri, Ai Lee Syarief (kanan), berpose seusai jumpa pers mengenai strong by zumba di Odiseus Fitness & Spa, Istana Sahid Apartmen, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brunel University di London menunjukkan, menyelaraskan gerakan tubuh dengan musik dapat membuat tubuh menggunakan energi lebih efisien, meningkatkan sistem kekebalan dan metabolisme. 

Selain itu, musik dapat menjadi pengalih perhatian orang-orang yang mengikuti olahraga tersebut dari rasa sakit dan kelelahan. 

Baca juga: Berapa Lama Olahraga HIIT Untuk Menurunkan Berat Badan?

Zumba sendiri jamak dikenal selalu menggunakan lagu-lagu pilihan, baik untuk Zumba fitness maupun Strong, yang disesuaikan dengan setiap gerakan dan mendorong peserta untuk melewati batasan-batasan tubuhnya. 

“Dalam hal gerakan, Zumba Fitness mengadopsi gerakan dasar dari tarian. Sementara itu, Strong by Zumba menggunakan gerakan yang ditemukan di HIIT (High Intensity-Interval Traning), seni bela diri, latihan fungsional atau kardio yang menggabungkan intensitas tinggi, rendah dan menengah pada interval yang berbeda,” ungkap Ai Lee Syarief dalam rilis kepada KOMPAS.com.

Menariknya, mengikuti satu jam sesi kelas Strong by Zumba dapat menstimulasi pembakaran kalori yang tinggi berkat interval dan tingkat intensitas di dalam kelas yang berbeda. Tidak hanya selama sesi berlangsung, namun juga setelahnya. 

Cris Dobrosielski CSCS, CPT, juru bicara American Council on Exercise (ACE) dan pendiri Monumental Results mengatakan, setelah berolahraga dengan intensitas tinggi, tubuh perlu mengambil oksigen pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang dilakukan sebelum latihan, sehingga dapat kembali mengistirahatkan tubuh seperti semula. 

Selain membakar kalori, Strong by Zumba yang meggunakan gerakan plyometric (high knees, burpees, dan jumping jacks) dan gerakan isometric (lunges, squats dan kickboxing) dapat melatih pembentukan otot tangan, kaki, abs dan glutes



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X