INFOGRAFIK: Fakta Seputar Si "Kental Manis" - Kompas.com

INFOGRAFIK: Fakta Seputar Si "Kental Manis"

Kompas.com - 04/07/2018, 13:14 WIB
Fakta Seputar Si Kental ManisKOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Fakta Seputar Si Kental Manis

KOMPAS.com - Susu kental manis (SKM) tengah menjadi sorotan. Pada Mei lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) mengeluarkan surat edaran tentang label dan iklan pada produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3).

Dalam surat edaran tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. BPOM juga menyatakan bahwa SKM bukan produk susu.

Beberapa larangan yang dikeluarkan BPOM terkait SKM:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah lima tahun dalam bentuk apapun.
2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi.
Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.
3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.
4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Baca juga: Di Balik Manisnya Susu Kental Manis, Ahli Jelaskan Bahayanya

Tidak semua jenis susu cocok untuk pertumbuhan anak. Susu yang diberikan untuk anak harus sesuai, agar anak mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang sesuai usianya.

SKM sebagian besar mengandung gula, sehingga tidak sehat jika dikonsumsi secara berlebih oleh anak dan lebih tepat digunakan sebagai salah satu bahan untuk mengolah makanan.

Kandungan gula pada SKM mencapai 40-50 persen.

Berdasarkan penelitian, kandungan gula yang lebih tinggi, lebih memiliki efek mematikan daripada kandungan lemak tinggi.

Menurut ahli, tubuh mempunyai toleransi tertentu.

Baca juga: Jurus Silat Untuk Menolak Susu Kental Manis

Konsumsi gula lebih dari 10% energi total berisiko penurunan sensitivitas insulin yang memicu hiperglikemia (kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal).

Kadar gula yang tinggi pada minuman SKM meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak jika mengkonsumsi SKM secara berlebihan.

Selain diabetes dan obesitas, asupan gula secara berlebihan akan merusak gigi pada anak.

Berikut infografik seputar si "Kental Manis" yang dirangkum dari sejumlah artikel Kompas.com:


KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Fakta Seputar Si Kental Manis

Kompas TV Setelah adanya alternatif susu dari bahan kedelai, kali ini ada lagi susu yang menggunakan bahan talas.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X