Empuknya Daging Hidagyu Bikin Ketagihan, Mau Coba? - Kompas.com

Empuknya Daging Hidagyu Bikin Ketagihan, Mau Coba?

Kompas.com - 09/07/2018, 06:00 WIB
Hida beef di restoran Nishimura, Shangri-La Hotel, Jakarta.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Hida beef di restoran Nishimura, Shangri-La Hotel, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com Jepang memiliki reputasi wahid soal wagyu, dan semua itu tak lepas asal muasal kata itu sendiri.

“Wa” berarti negara Jepang, dan “gyu” memiliki arti sapi, sehingga jika diartikan sebagai sapi asal Jepang.

Karena itu, tak heran jika Pemerintah Jepang serius menggarap sektor ini, mulai dari peternakan sapi hingga proses akhir.

Perhatian besar pun diberikan Pemerintah Prefektur Gifu yang memiliki wagyu premium—hidagyu atau biasa disebut hida Beef.

Pamor hidagyu bukan saja jamak diketahui se-antero Jepang, tapi juga di kota-kota pada belahan dunia yang lain, seperti New York hingga London.

Beruntung, Indonesia—tepatnya di restoran Jepang Nishimura, Shangri-La Jakarta—dilirik untuk menyajikan daging sapi wagyu hitam berkualitas premium ini.

Chef di restoran Nishimura menunjukkan Hida Beef, Shangri-La Hotel, Jakarta.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Chef di restoran Nishimura menunjukkan Hida Beef, Shangri-La Hotel, Jakarta.

Di Jepang, Hidagyu memiliki tempat tersendiri di hati warganya. 

Karena itu, daging ini seringkali dinikmati saat momen-momen tertentu, seperti mendapat bonus, tahun baru, gajian, hingga ulang tahun.

Hida beefKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Hida beef

“Di Jepang kami ada tradisi kirimkan hadiah tahun baru, dan mereka biasanya memberikan daging sapi mahal, serta lemak sedikit, dan pilihannya salah satunya adalah hidagyu.”

Demikian diungkapkan Tanaka dari Yoro Meat, selaku wholesaler hidagyu.

Kompas.com berkesempatan mengecap kenikmatan hidagyu, khas dengan cara masak Jepang, teppanyaki.

Tak perlu banyak bumbu, cukup lada, dan garam, lalu disajikan medium, dengan potongan-potongan kecil memanjang.

Aroma hidagyu begitu menusuk hidung saat dimasak.

Pun, tak butuh lama -kurang dari 10 menit,  hidabeef  sudah tersedia di piring.

Kenikmatan hidagyu tak lengkap bila belum sampai di lidah. Karena itu, tak menunggu lama, daging hida yang sudah siap langsung disantap.

Voila!

Daging hida begitu empuk. Tak sedikit pun rasa alot khas daging sapi terasa, karena cukup mudah dikunyah menjadi bagian-bagian kecil dan lumat.

Itu jugalah yang membuat siapa pun yang mencecap menyebut daging ini meleleh di mulut, dan bikin ketagihan.

Hida beef KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Hida beef

Alasan kelunakan Hidagyu

Hidagyu merupakan sapi wagyu hitam asal Prefektur Gifu.

Keunikan dan kenikmatan daging hida tak lepas dari tiga faktor, perbedaan temperatur, lingkungan asri, dan kontrol ketat peternakan.

Tanaka mengungkapkan, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jepang, perbedaan temperatur musim dingin dan panas di Prefektur Gifu cukup jauh, 25 derajat, dibanding kota-kota lain yang memiliki perbedaan 20 derajat.

Saat musim dingin, daerah ini bisa mencapai minus lima derajat.

“Faktanya, sapi lebih nyaman di daerah dingin, karena suhu badan sapi cukup tinggi,” ujar Tanaka.

Hida beefKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Hida beef

Faktor lain, lingkungan bersih menjadi penentu kualitas sapi.

Di Prefektur Gifu, kualitas air tergolong bersih dan jernih, sehingga cocok untuk menghasilkan daging sapi berkualitas.

Karena pada dasarnya, air yang jernih, tanah yang gembur, dan udara yang bersih memberikan lingkungan terbaik untuk membesarkan ternak sapi wagyu.

Faktor terakhir adalah kontrol ketat dan kualitas peternakan.

Para peternak lokal diberikan dibekali pemahaman bagaimana melakukan pembiakan terbaik, sehingga dapat menghasilkan kualitas daging premium.

Tak ayal, hidagyu memiliki karakteristik daging berbentuk pola marmer seperti jala dan warna daging yang merah muda dan cerah.

Indonesia menjadi pasar

Deputy Executive Director Department of Agricultural Gifu Prefectural Government, Kei Hattori mengungkapkan, Indonesia menjadi target pasar hidagyu di Asia Tenggara.

Selain ingin meluaskan hidagyu, Indonesia dipilih karena masyarakatnya yang dominan memeluk Islam, serta kian meningkatknya pendapatan.

Hida beef di restoran Nishimura, Shangri-La Hotel, Jakarta.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Hida beef di restoran Nishimura, Shangri-La Hotel, Jakarta.

Khusus untuk alasan Islam, daging hida ini dipastikan dipotong sesuai syariat Islam.

Meskipun daging hida kini akan merambah pasar Indonesia, namun Hattori memastikan tidak akan menjual dalam volume besar seperti daging santap umumnya.

“Kami tidak berminat menjual dalam volume besar karena hidagyu adalah premium beef. Kami mementingkan kualitas, daripada kuantitas,” ujar Hattori.

Harga daging hida memang tergolong mahal. Untuk seporsi hidagyu beef 150 gram dengan cara masak teppanyaki dibanderol sekitar Rp 1,2 juta.

Sementara untuk dijual di pasaran, satu kilogram daging hida dijual mencapai Rp 4-5 juta.

Bagaimana, tertarik mencicipinya?



Close Ads X