Mengomel di Tempat Kerja Bisa Kurangi Stres - Kompas.com

Mengomel di Tempat Kerja Bisa Kurangi Stres

Kompas.com - 11/07/2018, 07:31 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Terlambat datang ke kantor karena commuter line ada gangguan sehingga kita mendapat omelan atasan adalah cara yang buruk untuk memulai hari.

Mood kerja pun akan turun, sehingga kita jadi susah konsentrasi mengerjakan setumpuk pekerjaan.

Setiap hari memang selalu ada kejadian-kejadian yang bisa memicu stres. Jika tidak dikelola dengan baik, stres itu dalam jangka panjang berdampak negatif bagi fisik dan mental kita.

Menurut Dr Vanessa Puthier dari University of Melbourne, Australia, pada saat kita merasa sedang stres atau kesal, cara terbaik menguranginya adalah dengan membuat sesi khusus mengeluarkan unek-unek itu lewat omelan atau keluhan.

Puthier membuktikan hal itu lewat penelitiannya terhadap kebiasaan kelompok petugas kesehatan di rumah sakit Amerika, termasuk perawat, dokter dan ahli bedah.

"Ini ritual kecil yang bisa mengubah mood meeting. Setiap petugas kesehatan di rumah sakit boleh melampiaskan masalah, beban kerja dan situasi keluarga yang menekannya," katanya.

Biasanya, apa yang menjadi keluh kesah seorang pekerja adalah 'musuh bersama'.

'Musuh bersama' tersebut bisa berupa manajemen senior, struktur birokrasi perusahaan atau kolega di departemen lain yang keputusannya berdampak pada mereka.

Mengomel di tempat kerja, berdasarkan riset, adalah aktivitas fungsional, fenomena pengaturan  pribadi yang secara sadar melibatkan pikiran, perilaku dan perasaan untuk mencapai tujuan.

Ngomel di tempat kerja memang dikhawatirkan dapat menciptakan tempat kerja yang disfungsional.

Pouthier menemukan, membuat lelcucon sebenarnya lebih efektif daripada mengomel, jika keluhan itu ditujukan pada rekannya.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

Aturan lainnya adalah tidak menggerutu atau mengomel tentang anggota tim.

Hanya sumber masalah eksternal dari tim yang bisa kita jadikan bahan untuk menggerutu saat di tempat kerja.

Menurutnya, ini menciptakan kepercayaan yang sama dalam satu tim, di mana orang-orang dari berbagai lata belakang dalam satu kelompok menyadari banyaknya kemiripan yang menciptakan ikatan sementara di antara mereka.


Dari pengamatannya, Pouthier juga membuktikan tidak adanya "efek emosi menular" dari orang-orang yang mengeluh karena hanya dibatasi kurang dari semenit. Lebih dari durasi itu, semua omelan itu akan menjadi sumber depresi.

Bagaimanapun juga, Pouthier menyimpulkan mengeluh atau menggerutu merupakan hal penting. Meski masalah tidak dapat dihindari dengan mengeluh, tapi kita memiliki sarana untuk mengeluarkan emosi yang baik.

Komentar
Close Ads X