Seniman Ini Menghidupkan Lagi Sneaker Usang - Kompas.com

Seniman Ini Menghidupkan Lagi Sneaker Usang

Kompas.com - 11/07/2018, 13:19 WIB
Kreasi sneaker @shoetree_2016Image via Instagram: @shoetree_2016 Kreasi sneaker @shoetree_2016

KOMPAS.com - Setiap sneakerhead pasti tahu ada harga yang harus dibayar jika mengoleksi sneaker antik, seperti lapuk hingga tak bisa lagi digunakan.

Namun, daripada hanya mendiamkan sneaker itu habis tak bersisa, ada cara lain agar barang yang dulu kamu cintai itu tetap 'hidup'.

Dilansir dari Sole Collector, seniman asal Jepang, Kosuke Sugimoto, pemililk akun Instagram @shoetree_2016, menemukan cara kreatif 'menghidupkan' kembali sneaker yang tak lagi terpakai dengan menempatkan tanaman di koleksinya.

Sejak akhir tahun 2016, Sugimoto mulai mengoleksi sneaker Nike yang tak lagi dapat dipakai sedari tahun 1990-an, kemudian mengubahnya menjadi karya seni tumbuh-tumbuhan.

Idenya bukan memperbaiki kembali agar dapat dipakai, namun lebih mengarah 'membenarkan kerusakan'.

Dia terinspirasi oleh dedaunan alami yang tumbuh di reruntuhan dan 'meruntuhkan' bangunan di sekelilingnya.

Sugimoto mengawali karyanya dengan mencari sepasang sneaker yang sudah tidak bisa terpakai, kira-kira berusia 10 - 20 tahun.

Kreasi sneaker @shoetree_2016Image via Instagram: @shoetree_2016 Kreasi sneaker @shoetree_2016
Setelah menemukan siluet vintage dengan harga lelang, Sugimoto mengambil sepatu dan menaruh lumut kering di bagian paling parah. Tujuannya melindungi dan melestarikannya dari kehancuran lebih lanjut.

Sugimoto mengungkapkan, lengkungan sneaker menarik untuk ditempatkan lumut di bagian atasnya.

"Saya suka lekukan sneaker dan sepanjang garisnya. Nah, mengenakan lumut juga memenuhi peran perlindungan dan mencegah keruntuhan sol," kata Sugimoto.

Finishing kreasi Sugimoto adalah menempelkan pot di dalam, serta memberikan ilusi sebuah tanaman tumbuh secara organik dari sneaker.

Kreasi Sugimoto membawa 'kehidupan' kembali ke dalam sneaker, memberikan penghargaan sendiri terhadap apa yang dianggap 'mati'.

Dia menarik inspirasi dari berbagai sumber estetika, termasuk anime Jepang Castle in the Sky yang terkenal yang menampilkan kesamaan estetika yang mirip dengan bangunan yang ditumbuhi dan dedaunan tebal.


Komentar
Close Ads X