Kompas.com - 11/07/2018, 18:44 WIB
Irisan daging omi hime dengan tekstur lembut terasa manis dan tak berbau meski disantap dalam kondisi mentah. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTOIrisan daging omi hime dengan tekstur lembut terasa manis dan tak berbau meski disantap dalam kondisi mentah.

KOMPAS.com - "Enggak kayak makan daging..." kata Jessica Januarty tak lama setelah mengunyah seiris Omi hime beef, yang dimasak dengan cara "shabu-shabu".

Jessica adalah seorang jurnalis yang juga diundang manajemen Hotel Pullman, Jakarta, bersama Kompas.com dan sejumlah wartawan lainnya, untuk mencicipi keistimewaan daging ini.

Omi hime beef adalah salah satu wagyu tertua di Jepang, yang berasal dari Prefektur Shiga.

Jamuan santap siang yang digelar di Restoran Kahyangan, Jakarta, Selasa (10/7/2018) itu adalah untuk memperkenalkan menu istimewa tersebut.

"Ini empuk banget, ngunyahnya enggak pake usaha, kayak makan puding," kata Jessica lagi.

Sebelum disantap, Jessica hanya memasukkan irisan daging mentah itu selama 1-3 detik ke dalam air mendidih yang ada di atas meja.

Baca juga: Fakta-fakta Daging Wagyu Khas Jepang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, saat Kompas.com mencoba menyantapnya sebagai sasimi, -alias dimakan mentah, daging ini tetap terasa empuk, dan manis tak berbau.

Cukup melilit irisan tipis "Omi hime" menggunakan sumpit dan menyantapnya. Daging manis terasa meleleh di dalam mulut, nyaris tanpa harus mengunyahnya.

Cukup mencelupkan irisan daging omi hime selama 1-3 detik sebelum siap disantap dengan tambahan saus spesial.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Cukup mencelupkan irisan daging omi hime selama 1-3 detik sebelum siap disantap dengan tambahan saus spesial.

Istimewa

Keistimewaan Omi hime beef itulah yang hendak dipamerkan manajemen Hotel Pullman,-selaku pengelola restoran Jepang yang berada di lantai 28, Wisma Nusantara, Jakarta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.