5 Masalah Seputar Uang yang Bisa Bikin Perkawinan Hancur - Kompas.com

5 Masalah Seputar Uang yang Bisa Bikin Perkawinan Hancur

Kompas.com - 12/07/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi pasangan bertengkarkzenon Ilustrasi pasangan bertengkar

KOMPAS.com - Sebesar apapun cinta kita pada pasangan, ada kalanya pertengkaran hadir di tengah pernikahan. Celakanya, pertengkaran tersebut sebagian besar bisa disebabkan karena uang.

Pembicaraan mengenai uang memang kerap menimbulkan suasana canggung yang berakhir pada pertengkaran.

Menurut riset yang dilakukan oleh SunTrust Bank, penyebab utama stres dalam suatu pernikahan memang karena keuangan.

Jacqueline Newman, pakar keuangan dari New York, juga mengatakan hal yang sama. Sekitar 35 persen pemicu pertengkaran suami istri adalah uang.

Sebelum hal itu terjadi, ketahui apa saja lima kesalahan perihal uang yang paling sering memicu masalah.

1. Memiliki uang atau tabungan rahasia

Awalnya, hal ini mungkin nampak tak berbahaya. Tapi, menyembunyikan tabungan atau uang tunai dari pasangan dapat mengakibatkan masalah besar dalam rumah tangga.

"Ketika pasangan menemukannya, kepercayaan mereka pada kita bisa hancur," papar Newman.

Berdasarkan survei 2018 oleh National Endowment for Financial Education, dua dari lima pasangan telah berbohong pada pasangannya tentang uang.

Selain itu, 75 persen mengakui bahwa membohongi pasangan soal uang mempengaruhi hubungan mereka.

Baca juga: Punya Banyak Uang Bikin Orang Sulit Berbagi, Benarkah?

2. Menyembunyikan kartu kredit

Menurut Newman, ini lebih buruk daripada menyembunyikan uang dari pasangan.

"Ini bukan sekedar sebuah kebohongan. Hal ini justru menimbulkan pertengkaran lebih besar," paparnya.

Berdasarkan laporan terbaru dari CreditCards.com, sekitar 31 persen orang berpendapat bahwa menyimpan kartu kredit dan akun lain dari pasangan lebih buruk daripada berselingkuh.

Newman menyarakan agar kita saling jujur tentang apa yang kita miliki pada pasangan.

Baca juga: Banyak Pasangan Bertengkar karena Uang, Jadi Aturlah Sedini Mungkin

3. Terlalu banyak menghabiskan uang

Ini adalah masalah klasik dalam sebuah hubungan. Tapi, jika salah satu pasangan terlalu boros, yang lain akan merasa kesal.

"Ini banyak terjadi ketika satu orang menghasilkan banyak uang, namun yang lain hanya menghabiskannya", papar Newman.

Menurutnya, mereka yang mencari uang sangat benci pemboros. Ini adalah hal klise yang bersifat stereotip.

Demi menghindari masalah besar karena hal ini, maka kita harus membuat kesepakatan untuk menyimpan sebagian dari penghasilan. Misalnya, 10 hingga 20 persen dari pendapatan kita dan pasangan digunakan untuk tabungan atau pun investasi.

"Jika kita telah melakukannya, belanja sedikit berlebihan mungkin bukan masalah," paparnya.

Baca juga: Banyak Pasangan Bertengkar karena Uang, Jadi Aturlah Sedini Mungkin

4. Terlalu hemat

Di sisi lain, jika satu orang dalam sebuah hubungan terlalu 'ketat' dalam hal keuangan, maka masalah tetap saja muncul.

"Ini bisa memalukan dalam situasi sosial. Itu bisa menjadi masalah yang sangat besar," kata newman.

Untuk mengatasinya, kita bisa berkonsultasi pada penasihat keuangan untuk membantu membuat anggaran belanja keluarga. Dengan begitu kita juga bisa menikmati hasil jerih payah kita.

Baca juga: Anak Dapat Nilai Bagus di Sekolah, Jangan Diberi Reward Uang

5. Penyalahgunaan uang

Menurut Newman, perselisihan soal uang dalam situasi yang gawat bisa berubah menjadi pertarungan dominasi.

Hal ini sering terjadi pada situasi rumah tangga yang masih menerapkan aturan tradisional.

Meskipun kini aturan masalah peran gender telah berubah, penasihat keuangan menyarankan agar lelaki tetap memimpin dalam soal keuangan.

" Uang adalah hal yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi, jika uang digunakan untuk mengontrol pasangan, ini akan menjadi masalah besar dalam pernikahan," kata Newman.

Newman menyarankan kita memulai membicarakan perihal arti uang dan mendiskusikan ide untuk mengelolanya demi masa depan dengan pasangan.

"Uang bukan hanya tentang membeli susu anak. Itu mewakili keselamatan dan tujuan jangka panjang," katanya.

Baca juga: Pada Usia Berapakah Kita Menghabiskan Banyak Uang?


Komentar
Close Ads X