Anak-anak Itu Bertahan Hidup dalam Goa Berkat Meditasi

Kompas.com - 15/07/2018, 16:00 WIB
Inilah foto 12 remaja anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) dan pelatih mereka Ekapol Chanthawong (kanan, paling bawah) yang terperangkap di Goa Tham Luang, Thailand, sejak 23 Juni, dan berhasil keluar semuanya Selasa (10/7/2018). Facebook via Straits TimesInilah foto 12 remaja anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) dan pelatih mereka Ekapol Chanthawong (kanan, paling bawah) yang terperangkap di Goa Tham Luang, Thailand, sejak 23 Juni, dan berhasil keluar semuanya Selasa (10/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemampuan 12 anak laki-laki tim sepakbola "Wild Boars" dan pelatihnya bertahan hidup dalam goa yang dingin, gelap dan tanpa pasokan makanan selama dua pekan memukau banyak orang.

Meditasi yang diajarkan gurunya yang merupakan mantan seorang biksu dipercaya menjadi kunci mengapa anak-anak usia praremaja itu bisa memiliki mental kuat menghadapi situasi sulit.

Aikhan, ibu dari anggota tim termuda, Chanin Wiboonrungruang (11), mengatakan kepada Bangkok Post bahwa putranya bercerita, pelatih yang bernama Ekapol ”Ake” Chanthawong mengajak anak-anak itu bermeditasi guna mengurangi rasa lapar dan menghemat energi mereka.

Terkait dengan meditasi anak-anak tersebut, pakar meditasi dan emotional healing, Adjie Santosoputro menekankan, keberhasilan itu tak lepas dari status mereka sebagai seorang anak. 

Menurutnya, pikiran anak-anak lebih meditatif dibandingkan orang dewasa. Meditatif sendiri berarti lebih mudah untuk meditasi, karena tidak memiliki pikiran beragam. 

“Orang dewasa itu terlatih untuk berencana, sehingga pasti lebih menyulitkan,” katanya ketika dihubungi Kompas.com.

Lantas, meditasi semacam apa yang diajarkan sang pelatih kepada anak-anak tersebut?

Adjie mengatakan ia tak mengetahui persis meditasinya, namun ia menduga anak-anak tersebut dilatih menyadari apa yang ada saat ini dan tidak perlu terlalu cemas dengan apa yang terjadi.

Baca juga: Tim Sepak Bola Remaja Thailand Awalnya Berencana Hanya Satu Jam di Goa

“Teknik sederhananya menyadari nafas,” ujar pria yang aktif berbagi manfaat meditasi di Twitter lewat akun @AdjieSanPutro ini.

Saat bermeditasi, mereka akan lebih banyak duduk, tidak banyak bergerak, kemudian lebih merasakan nafas saat menarik nafas.

Hal ini berfungsi untuk lebih menghemat energi. Semakin banyak mengeluarkan energi, maka akan kian lapar karena tubuh meminta makan.

“Energi terkuras paling banyak karena pikiran. Selain itu, saat cemas kita seringali sakit maag dan macam-macam. Kalau punya sudut pandang sebaliknya, seperti lebih tenang, hasilnya energi terkuras lebih sedikit dan tubuh tidak akan mudah lapar,” katanya

Karena itu lah, orang yang melakukan meditasi bisa berhari-hari tidak makan, karena energinya tidak terlalu banyak terkuras. 

“Meditasi juga bermanfaat sebagai daya tahan dan juang seseorang. Saat pikiran tenang, maka bisa lebih siap dan hal itu dibuktikan oleh anak-anak tersebut,” ungkap Adjie.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X