7 Cara Menjadi Karyawan yang Lebih Sukses - Kompas.com

7 Cara Menjadi Karyawan yang Lebih Sukses

Kompas.com - 16/07/2018, 13:51 WIB
Ilustrasi karyawandi kantor.ThinkStock/Todd Warnock Ilustrasi karyawandi kantor.

KOMPAS.com - Merasa lelah dengan pekerjaan? Atau tak lagi bersemangat saat berada di kantor?

Apapun itu, kesuksesan umumnya terjadi karena semangat tinggi yang mengarah kepada kepuasan dan produktivitas kerja.

Yah, dua hal tersebut, semangat dan kepuasan terhadap pekerjaan, sangat mempengaruhi kinerja kita saat di kantor.

Lalu, bagaimana cara meningkatkannya?

Dilansir dari laman Made Man, berikut cara meningkatkan kinerja kita.

1. Pergunakan soft skill

Berdasarkan laporan World Economic Forum, kecerdasan emosional atau EQ akan menjadi salah satu dari 10 keterampilan kerja teratas pada tahun 2020.

Orang dengan EQ yang lebih tinggi dapat mengatasi tekanan dengan baik, dan mampu bekerjasama dengan lebih banyak orang.

Mereka juga terbuka terhadap umpan balik dan lebih berempati.

Baca juga: Mengomel di Tempat Kerja Bisa Kurangi Stres

2. Mengomunikasikan tujuan secara terbuka

Survei dari BetterWorks menemukan 92 persen karyawan merasa bekerja lebih keras ketika tahu tujuan mereka, atau apa yang menjadi targetnya.

Bayangkan bila kamu bekerja, namun tidak tahu apa yang akan dicapai. Mungkin pekerjaan akan terasa monoton dan membosankan.

Sementara itu, survei dari New Norms @Work menemukan 26 persen pekerja percaya bahwa mendiskusikan kesuksesan dengan rekan kerja bisa menjadi motivasi.

3. Diskusikan soal uang

Riset baru yang dilakukan oleh Cornell University's School of Industrial and Labor Relations dan Tel Aviv University, menunjukan adanya hubungan antara transparansi gaji dan kerjasama karyawan yang efektif.

Temuan menunjukkan bahwa karyawan bisa bekerja sama lebih efektif saat sistem penggajian yang mereka terima bersifat transparan.

Pada dasarnya, informasi gaji memberikan petunjuk pada pekerja tentang tingkat keterampilan rekan-rekannya, membuat mereka tahu bagaimana jenjang karir untuk mencapai gaji tertentu, dan membuat lingkungan kerja terasa lebih adil, sesuai pekerjaan dan kemampuan masing-masing.

Keterbukaan ini juga membuat karyawan lebih mudah mengetahui kepada siapa mereka bisa mengajukan pertanyaan tentang hal yang belum dipahami dalam pekerjaan.

4. Perluas koneksi

Riset dari TINYpulse dan Microsoft Workplace Analytics menunjukkan pekerja yang memiliki koneksi terbesar di antara rekan kerjanya juga memiliki pengaruh paling besar.

Semakin banyak seseorang menjalin kerja sama, semakin tinggi reputasi mereka.

Mereka yang memiliki kinerja tinggi menghabiskan waktu empat jam lebih banyak daripada orang lain per minggu untuk bekerjasama dengan orang lain.

Baca juga: Normalkah Hilang Motivasi Kerja Setelah Liburan Panjang?

5. Cukup tidur

Berdasarkan riset, kurang tidur dapat menyebabkan sinapsis otak 'dimakan' oleh sel-sel otak lainnya.

Dengan kata lain, sel-sel tertentu yang seharusnya membersihkan sel-sel yang rusak akan bekerja tidak maksimal ketika kurang tidur.

Ini yang akhirnya merusak sel-sel otak dan menyebabkan gangguan saraf yang mengurangi produktivitas kerja.

6. Pergi berlibur

Banyak pekerja yang melewatkan hari libur karena beban kerja yang tinggi. Padahal itu justru bisa mengurangi produktivitas kerja.

Karyawan yang tidak mengambil cuti 79 hingga 84 persen kecil kemungkinannya untuk menerima kenaikan gaji atau bonus.

Bahkan, mereka juga memiliki kesempatan yang kecil untuk mendapatkan promosi, dan memiliki semangat kerja yang rendah karena kelelahan dan bosan.

Inilah yang akhirnya mempengaruhi produktivitas dan kinerja mereka.

Baca juga: 4 Pola Pikir Salah yang Sering Dilakukan Si Pecandu Kerja

7. Atur waktu sebaik mungkin

The Project Management Institute melaporkan hanya ada 64 persen proyek yang memenuhi tujuan perusahaan.

Padahal, memenuhi tenggat waktu dan merinci tujuan yang harus dicapai dalam waktu tertentu adalah kunci terbaik untuk meraih kesuksesan.

Karenanya selesaikanlah pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawab kita. Dan, jangan suka menunda-nunda waktu atau sibuk dengan hal lain yang bukan menjadi target kita.


Terkini Lainnya


Close Ads X