Kompas.com - 16/07/2018, 14:00 WIB
Contoh karangan bunga yang dipajang pada acara Lomba Nasional Merangkai Bunga Kirimn Flora Nusantara yang diselenggarakan oleh Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta Design Center, Rabu (11/7/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraContoh karangan bunga yang dipajang pada acara Lomba Nasional Merangkai Bunga Kirimn Flora Nusantara yang diselenggarakan oleh Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta Design Center, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Karangan bunga sering menjadi sarana untuk mengekspresikan ungkapan simpati atau pun ikut berbahagia pada seseorang.

Ada beragam jenis karangan bunga yang bisa kita sesuaikan dengan keinginan. Namun, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika membeli karangan bunga. Tentunya, kita ingin memberikan yang terbaik pada pihak yang kita beri, bukan?

Salah satunya adalah memastikan bunga yang kita kirim akan mekar pada waktunya.

Ketua Umum Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI), Lucia Raras P menuturkan, seringkali seseorang ingin bunga yang dikirim sudah mekar.

Padahal, jika bunga tersebut sudah mekar saat dikirim, maka berpotensi layu saat tiba di tempat kiriman.

"Di luar negeri, orang beli Bunga Lily saat kondisinya kuncup atau setengah mekar. Jadi begitu ditaruh di rumah, bunganya mekar dan bisa dinikmati hingga beberapa hari bahkan seminggu," ujar Raras kepada KOMPAS.com beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Perawatan bunga juga menjadi hal penting lainnya. Raras menyarankan kita agar memastikan bunga yang dipilih segar hingga ke tempat pengiriman.

Bunga harus mendapat cukup air dari floral foam. Menurutnya, masih banyak penjual yang tidak memahami cara penyimpanan air yang baik lewat busa khusus ini.

"Tentu kita berharap rangkaian ini bertahan tiga hari samai seminggu, makanya floral foam harus banyak menyimpan air," kata dia.

Selain itu, pilihlah jenis bunga yang cenderung lebih awet. Bunga yang awet, kata Raras, tak berarti harus impor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X