Kompas.com - 17/07/2018, 16:43 WIB
Ilustrasi tidur AnaBGDIlustrasi tidur

KOMPAS.com - Melihat unggahan para influencer kondang di media sosial kerap membuat kita lupa waktu. 

Apalagi, jika keesokan hari adalah hari libur, kebanyakan dari kita memilih menghabiskan malam hari dengan bermain media sosial.

Wajar memang jika kita terkesima dengan postingan menakjubkan dari para influencer di media sosial.

Namun, jika sepanjang malam kita hanya berkutat dengan media sosial, bisa jadi kita menderita 'social jetlag'.

Istilah ini muncul sejak penelitian mengenai gangguan tidur di Australia yang dilakukan oleh Robert Adam, spesialis tidur dari University of Adelaide.

Gangguan tidur ini sangat merugikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Riset menemukan 31 persen peserta menderita social jetlag.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jetlag pada umumnya berkaitan dengan perbedaan zona waktu secara fisik saat orang bepergian dari satu tempat ke tempat lain, sehingga kesulitan tidur sampai di tujuan.

Sementara itu, social jetlag berkaitan dengan perubahan zona waktu yang disebabkan oleh kondisi mental.

Gangguan ini menyebabkan seseorang memiliki pola tidur yang berbeda dari hari Senin hingga Jumat dibandingkan akhir pekan yang diakibatkan oleh pekerjaan.

Social jetlag juga bisa disebabkan karena kita terlalu aktif di media sosial saat malam hari dan mengubah waktu tidur di siang hari.

Halaman:


Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.