Kompas.com - 18/07/2018, 13:19 WIB

KOMPAS.com - Berdasarkan survei terbaru perusahaan asuransi Cigna, Indonesia menjadi salah satu negara yang minim stres di dunia ini.

Perusahaan yang diluncurkan tahun 2014 ini menyurvei kesejahteraan masyarakat yang dilihat dari lima faktor utama, yaitu fisik, keluarga, sosial, keuangan, dan pekerjaan.

Dilansir dari Asia One, survei dilakukan di 23 negara dan melibatkan 14.500 responden.

Berdasarkan survei, tingkat stres responden Indonesia hanya 61 poin dibandingkan rata-rata global yang mencapai 61,2 poin.

Sementara itu, India disebut sebagai negara dengan tingkat stres tertinggi yang mencapai 70,4 poin.

Cigna Indonesia melaporkan tingkat stres Indonesia dianggap rendah karena hanya 75 persen reponden menderita stres.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata global yang mencapai 86 persen.

Sebagai perbandingan, lebih dari 91 persen responden Singapura dan Thailand mengklaim diri mereka menderita stres.

Baca juga: 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres

Setengah dari responden yang menderita stres menganggap menceritakan masalah yang mereka alami pada teman atau keluarga dapat meredakan tekanan yang mereka rasakan.

Direktur dan kepala marketing officer Cigna, Ben Furneaux, mengatakan kondisi keuangan dan lingkungan kerja adalah hal utama penyebab stres.

"Survei kami mengungkapkan beberapa penyebab stres, termasuk hubungan yang buruk dengan atasan di tempat kerja dan ketidakmampuan untuk merawat kebutuhan, kesehatan dan kesejahteraan orang tua," tambah Furneaux.

Ilustrasi pedagang di Pasar Sukawati, BaliGaryRadler Ilustrasi pedagang di Pasar Sukawati, Bali
Stres memang berdampak  buruk pada kesehatan fisik dan mental. Bahkan, stres bisa menyebabkan otak lebih tua beberapa tahun.

Baca juga: Stres Bikin Otak Tumpul dan Lebih Tua

Riset yang dilakukan oleh University of Wisconsin School of Medicine and Public Health telah membuktikan stres berat berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih buruk di kemudian hari. 

Kecemasan atau stres merupakan kondisi yang kita ciptakan sendiri. Semakin berandai-andai dan suatu hal terlalu dipikirkan, maka muncul ketakutan hingga depresi

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Berdasarkan laporan yang didapat kompas.com dari berbagai sumber, kekuatan meditasi bisa menjadi kunci utama untuk menghilangkan stres.

Menurut Praktisi meditasi dan emotional healing, Adjie Santosoputro menjelaskan bahwa meditasi pada dasarnya adalah melatih pikiran kita.

Meditasi akan melatih pikiran untuk segar saat ini, tidak terganggu pikiran-pikiran masa lampau dan masa depan.
Baca juga: Kekuatan Meditasi dalam Mengatasi Stres dan Frustasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.