Mbah Kris, Perempuan 75 Tahun yang Hidup demi Seni Tradisional

Kompas.com - 23/07/2018, 16:00 WIB
Mbah Kris, penggender senior berusia 75 tahun Ariska AnggrainiMbah Kris, penggender senior berusia 75 tahun

SOLO, KOMPAS.com - Nyi Drigul atau Kris Sukardi sudah tak asing lagi di kalangan seniman gamelan dan wayang.

Ia adalah satu-satunya seniman "sepuh" yang masih aktif mendedikasikan diri demi kelestarian seni budaya Jawa.

Di usianya yang telah mencapai 75 tahun, wanita yang akrab dengan sapaan mbah Kris ini masih kuat menggerakan tangannya untuk memainkan gender.

Gender adalah salah satu perangkat dalam gamelan Jawa dan Bali ini terbilang cukup berat.

Pasalnya, gender merupakan alat musik pukul yang terbuat dari logam dengan 10-14 bilah logam bernada.

Alat musik ini dimainkan dengan cara diketuk dengan pemukul berbilah kayu. Jadi, dibutuhkan tenaga yang kuat untuk memainkan alat ini dengan sempurna.

Bakat turunan

Mbh kris mengaku tak mempelajari alat musik tradisonal ini secara khsusus. Keahliannya ini ia dapatkan secara turun temurun.

"Sejak lahir saya sudah bermain gamelan. Orangtua saya juga pemain gamelan," ucapnya dalam bahasa Jawa.

Wanita asal Desa Trucuk Kalten, Jawa Tengah ini, adalah mantan pesinden.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X