Mengenal AHA, BHA, dan PHA pada Produk "Skincare"

Kompas.com - 24/07/2018, 05:55 WIB
Ilustrasi produk skincare ThinkstockIlustrasi produk skincare

Sementara, kelompok BHA lebih dikenal sebagai asam salisilat (salicylic acid).

Kandungan BHA bersifat lipofilik (lebih terikat lemak), memiliki 2 sifat secara umum keratoplasty (membantu proses penyembuhan luka dan pembetukan lapisan kulit) pada konsentrasi 1-2 persen, dan keratolitik pada konsentrasi lebih besar (umumnya pada produk kosmetik menggunakan konsentrasi 3-5 persen).

"Kandungan BHA biasanya lebih cocok digunakan pada kondisi kulit yang berminyak dan berjerawat," ujar Oke.

PHA

PHA memiliki molekul yang lebih besar dibandingkan AHA, sehingga dalam penyerapannya lebih sedikit jika dibandingkan AHA.

Efek yang ditimbulkan PHA lebih ringan. 

Kandungan PHA memiliki fungsi yang sama dengan AHA. Akan tetapi, ukuran molekulnya lebih besar dibandingkan AHA sehingga PHA lebih cocok untuk digunakan pada kulit sensitif.

Efek samping

Kandungan bahan-bahan asam pada AHA, BHA, dan PHA membawa efek samping yaitu iritasi dengan tingkat yang berbeda.

Kulit yang mengalami iritasi akan lebih rentan terhadap paparan sinar matahari, sehingga wajib menggunakan sunblock.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X