Kompas.com - 26/07/2018, 12:12 WIB
Ilustrasi daging davidchukalexeyIlustrasi daging
Editor Wisnubrata

Mengenal diet ketogenik

Diet ketogenik (singkatnya diet keto) sebenarnya bukan diet yang baru, diet ini pada dasarnya ditujukan untuk orang yang mengalami epilepsi, tapi saat ini diet ketogenik menjadi sangat terkenal untuk menurukan berat badan.

Diet keto adalah pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Bahkan asupan karbohidratnya bisa hanya 5 persen dari total kebutuhan per hari, sedangkan asupan lemak bisa mencapai 65-75 persen. Sisanya bisa diisi dengan protein.

Diet ini juga dikatakan ampuh untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Meskipun begitu, diet ini memiliki efek samping, apalagi pada tahap awal.

Baca juga: 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Melakukan Diet Ketogenik

Pengurangan karbohidrat secara drastis akan membuat tubuh mengubah proses penggunaan energinya secara alami. Saat diet keto, tubuh akan kekurangan glukosa dari karbohidrat yang disukai oleh sel-sel tubuh sebagai sumber energi utama.

Tingginya lemak membuat tubuh melepaskan banyak keton ke dalam darah guna memecah lemak (supaya bisa digunakan jadi sumber energi). Karena kekurangan glukosa, tubuh mau tidak mau menggunakan keton sebagai energi bagi sel tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pergeseran dari penggunaan gula dari karbohidrat menjadi badan keton inilah yang bertujuan agar tubuh menghancurkan lemak tubuh sebagai sumber energi, sehingga bisa cepat menurunkan berat badan.

Proses pergeseran sumber energi ini membuat diet keto memiliki efek samping yang bisa membahayakan tubuh.

Baca juga: Diet Ketogenik yang Sedang Tren Bikin Otak Lemot

Lisa Cimperman, RDN, seorang ahli gizi di University Case Medical Center in Cleveland Ohio dan juga juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan bahwa ketika tubuh memasuki proses ketosis (penggunaan keton sebagai energi untuk tubuh), seseorang akan mulai kehilangan massa otot, mengalami sangat kelelahan, dan tubuh memasuki mode sangat kelaparan. Tingkat keparahan efeknya pada setiap orang juga bisa berbeda-beda.

Dilansir dalam laman Healthline, seorang ahli gizi Francie Blinten, RD di Amerika Serikat mengatakan bahwa diet keto boleh saja digunakan di bawah pengawasan klinis dan untuk jangka waktu singkat.

Halaman:


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.