Girls in Tech Indonesia, Mengoptimalkan Kemampuan Perempuan dalam Penggunaan Teknologi

Kompas.com - 28/07/2018, 19:58 WIB
Anantya, Co Managing Director Girl In Tech Indonesia KOMPAS.com/Luthfia Ayu AzanellaAnantya, Co Managing Director Girl In Tech Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan teknologi turut berperan dalam kemajuan bisnis, terutama online. Bisnis online juga membuka peluang bagi siapa saja yang ingin memulai usaha di dunia maya, termasuk para perempuan.

Co-Managing Director Girls in Tech Indonesia Anantya Van Bronckhorst mengatakan, tak sedikit perempuan yang menekuni bisnis online, baik sebagai sampingan maupun sumber utama pendapatan.

Girls In Tech (GIT) Indonesia merupakan sebuah organisasi non-profit global di Indonesia yang ingin membuat wanita menguasai bidang teknologi.

“Wanita sekarang banyak menjalankan bisnis online sebagai pekerjaan sampingan, bahkan pekerjaan utamanya. Banyak pula wanita yang sukses dengan bisnisnya itu kemudian berhasil menarik orang di lingkungannya untuk bergerak bersama,” kata Anantya, di sela pelatihan Digital Marketing, di Yogyakarta, Sabtu (28/7/2018).

Event Womenpreneur Digital Acceleration dari Girl In Tech Indonesia di JogjaKOMPAS.com/Luthfia Ayu Azanella Event Womenpreneur Digital Acceleration dari Girl In Tech Indonesia di Jogja

Ia mengatakan, dengan kondisi saat ini, para perempuan juga harus dibekali dengan kecakapan penggunaan teknologi, sehingga sesuai dengan tuntutan zaman.

“Wanita itu diharapkan dapat menjadi programmer, thing maker, dan ahli di bidang teknologi. Namun sebelumnya, wanita harus didekatkan dulu dengan teknologi itu,” ujar Anantya.

Untuk membantu para perempuan menjadi melek teknologi, Girls in Tech Indonesia mengadakan Womenpreneur Digital Acceleration (WDA) yang bekerja sama dengan Facebook #Shemeansbussiness.

Program ini gratis karena berbasis pada penyebarluasan pengetahuan di bidang pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan peran perempuan.

Dalam program ini, para ‘womenpreneur’ tidak hanya diajarkan bagaimana menjalankan teori pemasaran produk dan jasa di dunia digital, tetapi juga dibekali pengembangan kemampuan lainnya.

Kelas offline tentang penggunaan teknologi yang diadakan Girl in Tech Indonesia di Yogyakarta, Sabtu (28/7/2018).Dok. Girl in Tech Indonesia Kelas offline tentang penggunaan teknologi yang diadakan Girl in Tech Indonesia di Yogyakarta, Sabtu (28/7/2018).
Misalnya, pelatihan kepemimpinan dan pengelolaan keuangan yang disampaikan oleh oleh para pakar sesuai bidangnya.

WDA dibuka dalam format daring dan luring (offline) bagi para wanita yang menjalankan usaha dan menggunakan media sosial dalam memasarkan produk atau jasanya.

Format daring disampaikan dalam bentuk Kelas IT (KIT) berjangka waktu 6 bulan, yang di dalamnya terdapat berbagai macam materi yang dapat dipilih oleh partisipan sesuai kebutuhan.

Materi kursus dapat diikuti dan diakses oleh siapapun melalui laman bit.ly/KITbyGIT dengan terlebih dulu mendaftarkan jenis usaha yang dimiliki.

Di sana, partisipan dapat melakukan konsultasi dengan para pelaku bisnis online yang menjadi mentor.

Selain Kelas IT, WDA juga hadir secara luring di beberapa kota besar di Indonesia.

Kelas luring ini menjadi ajang bagi para ‘womenpreneur’ untuk belajar secara langsung dan berdiskusi secara lebih dekat dengan para ahli.

Jakarta menjadi kota pertama diselenggarakannya kelas offline ini, dilanjutkan dengan Yogyakarta pada hari ini, dan selanjutnya di Denpasar dan Makassar.

Kompas TV Investasi semakin banyak ragamnya dan menjadi fenomena.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X