7 Tahapan Meditasi untuk Emotional Healing

Kompas.com - 30/07/2018, 05:05 WIB
Meditasi KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAMeditasi
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak banyak orang yang tertarik dengan meditasi, padahal aktivitas tersebut memiliki ragam manfaat, salah satunya adalah emotional healing.

Dalam sesi yang dipandu oleh praktisi emotional healing Adjie Santosoputro, setidaknya ada beberapa tahapan meditasi.

Adjie mengakui tidak mudah untuk membuat meditasi tersistematis, namun dari hasil pembelajaran dan riset selama ini, lulusan Psikologi UGM ini membuat tujuh tahapan tersebut.

1. Jeda berhenti sejenak

Adjie mengungkapkan, tahap pertama ini adalah bagian untuk melatih mengambil jeda sejenak di tengah ketergesaan.

Semakin tergesa-gesa, katanya, semakin lambat seseorang bisa bermeditasi. Di sisi lain, semakin pelan, tapi pasti, maka semakin cepat orang mencapai kesadaran meditatif.

"Latihan berhenti sejenak perlu rileks, karena itu latihannya adalah olah napas, bisa berbagai metode, seperti 4-7-8 atau lain-lain, sesuai dengan kenyamanan," ungkap Adjie kepada Kompas.com, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

2. Menyadari pikiran

Menurut penulis buku "Merawat Bahagia" ini kita perlu sadar bahwa pikiran yang muncul di kepala kita hanya sebatas pikiran, dan bukan kenyataan.

Karena itu, apa pun pikiran dan perasaan yang datang, maka cukup disadari.

"Latihan kedua ini adalah mengistirahatkan pikiran-- agar kita fokus pada apa yang terjadi di sini dan kini. Latihannya adalah duduk hening dan menyadari pikiran," ujar Adjie.

Biarkan pikiran mengalir dan tidak perlu mencoba untuk mengendalikannya.

3. Mengurangi penghakiman

Saat menyadari pikiran, kata Adjie, maka biasanya yang muncul adalah fakta-fakta soal pikiran, termasuk penghakiman atau penilaian yang dilakukan pikiran, seperti baik dan buruk, benar atau salah.

"Cara latihannya adalah duduk hening, kemudian saat ada penghakiman, sadari saja kalau sedang menghakimi, lalu ikhlaskan," saran Adjie.

Dengan begitu, kata Adjie, maka kita belajar mengurangi penghakiman rasa. Sebab menurutnya rasa adalah netral, sehingga kita mencoba untuk menerima dan berpikir netral.

"Karena ujungnya jika ada konflik batin soal rasa, itu yang justru bikin lelah," kata Adjie.

4. Ikhlas menerima dan melepas

Tahap ini dianggap penting bagi masyarakat modern, yang biasanya terlalu berambisi untuk mengubah keadaan, seperti sedih ingin diubah jadi gembira, atau rasa sakit menjadi tidak sakit.

Tahap keempat ini, kata Adjie, adalah belajar menerima.

"Latihannya duduk hening dan menerima rasa," ujar Adjie.

Namun ada juga variasi latihan lain seperti berjalan perlahan sambil menyadari nafas--one step inhale, one step exhale.

5. Bersyukur

Setelah menerima, maka harus bersyukur seperti mengucapkan terima kasih atas apa pun yang sudah didapatkan.

Cara ini, kata Adjie, dilakukan agar kita tidak terlalu berkeluh kesah atas apa pun yang sudah didapat dan yang belum terjadi. Karena kalau tidak begitu maka kita akan melupakan atau tidak menikmati momen saat ini dan terlalu berpikir masa depan.

Cara meditasinya cukup duduk hening lalu mengucapkan syukur dan terima kasih.

6. Berdamai dengan diri sendiri

Latihan meditasi ini bertujuan untuk mengurangi ego, sehingga tidak muncul "ke-aku-an".

Karena itu, pada meditasi ini kita diminta untuk duduk hening, kemudian melatih memaafkan orang yang sudah menyakiti hati.

"Belajar ikhlas memaafkan," kata Adjie.

7. Merawat cinta

Untuk yang terakhir ini berfungsi untuk menumbuhkan dan memunculkan energi cinta dengan cara menghadirkan orang yang dicintai.

Dalam proses meditasi duduk hening itu disarankan untuk mengucapkan doa yang terbaik terhadap seseorang tersebut.

"Kuatkan energi tersebut lewat meditasi," ungkap Adjie,

Pilih satu di antara tujuh

Praktisi emotional healing Adjie SantosoputroKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Praktisi emotional healing Adjie Santosoputro

Meskipun semua adalah tahapan, Adjie menyarankan agar mereka yang ingin belajar meditasi tidak melakukan semua sekaligus dalam waktu dekat.

Pilih salah satu, kemudian lakukan setiap hari hingga satu atau dua bulan.

Agar tetap konsisten, maka bisa lima menit sehari.

"Kalau mikir sebagai tahapan, yang pertama lebih mudah dilakukan daripada latihan berikutnya, sehingga perlu rileks sebelum tahapan selanjutnya," kata Adjie.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X