Sportscapes, Merayakan Dunia Olahraga Indonesia Lewat Fotografi

Kompas.com - 31/07/2018, 12:33 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran foto Unpublished saat pembukaan Festival Fotografi Kompas bertema Unpublished di Bentara Budaya Jakarta, Senin (6/2/2017). Festival fotografi ini menampilkan pameran 100 foto dari fotografer Kompas, diskusi foto dan workshop yang berlangsung hingga 12 Februari 2017  mendatang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran foto Unpublished saat pembukaan Festival Fotografi Kompas bertema Unpublished di Bentara Budaya Jakarta, Senin (6/2/2017). Festival fotografi ini menampilkan pameran 100 foto dari fotografer Kompas, diskusi foto dan workshop yang berlangsung hingga 12 Februari 2017 mendatang.
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - “Para olahragawan hendaknya sebagai putra Indonesia menunjukkan sikap bersahabat dengan semua peserta dan berkompetisi dengan budi pekerti yang tinggi. Nilai ksatria tidak diukur oleh faktor keturunan, tetapi oleh budi pekerti dan prestasi yang tinggi”. (Ir Soekarno)

Pesan Presiden Soekarno di hadapan atlet Indonesia yang akan berangkat ke Pesta Olahraga Negara-negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO) I ke Phnom Penh, Kamboja, pada 1966 itu menjadi salah satu berita utama yang tampil di halaman depan harian Kompas edisi ke-122.

Sebuah memo pengingat kepada para olahragawan bahwa kejuaraan olah tubuh bukanlah sekadar kalah atau menang, melainkan juga sikap menjunjung tinggi budi pekerti.

Tahun ini, wejangan presiden pertama RI itu seolah kembali berkumandang menjelang pergelaran Asian Games 2018. Pesta olahraga se-Asia yang untuk kedua kalinya digelar di Indonesia, setelah sebelumnya Indonesia sukses selaku tuan rumah Asian Games pada 1962.

Sebanyak 40 cabang olahraga dan lebih dari 400 nomor/disiplin akan dipertandingkan di Jakarta dan Palembang, serta Provinsi Jawa Barat dan Banten, 18 Agustus sampai 2 September.

Wartawan senior Kompas, Budiarto Shambazy, menyampaikan bahwa antusiasme, antisipasi, dan ekspektasi publik terhadap Asian Games 2018 cukup besar.

Publik memandang momen ini sebagai “siaran ulang” Asian Games 1962 yang meraih sukses, baik dalam hal prestasi maupun penyelenggaraan. Sebagaimana diketahui, pada Asian Games 1962 Indonesia keluar sebagai juara kedua perebut medali emas terbanyak setelah Jepang.

“Asian Games 1962 adalah catatan bersejarah bagi Indonesia yang berhasil meraih sukses prestasi dan penyelenggaraan. Sukses prestasi dibuktikan oleh gelar sebagai runner-up, sukses penyelenggaraan ditunjukkan oleh pembangunan Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK). Inilah salah satu dari segelintir kompleks olahraga bertaraf internasional yang terpusat di sebuah lokasi saja, yang terdiri dari berbagai fasilitas latihan dan tempat bertanding multicabang yang lengkap” tutur Budiarto.

Harian Kompas menanggapi besarnya gairah publik terhadap dunia olahraga di Tanah Air saat menyongsong Asian Games 2018 dengan menghadirkan kembali Festival Fotografi Kompas (FFK) bertajuk Sportscapes mulai 31 Juli hingga 5 Agustus.

Sebentuk perayaan momentum emas bangsa Indonesia melalui bahasa fotografi demi kebangkitan dunia olahraga Indonesia, seperti 56 tahun lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X