Kompas.com - 01/08/2018, 20:00 WIB
Mentega. ThinkstockMentega.

KOMPAS.com - Mentega adalah makanan yang terbuat dari lemak hewan yang mengandung lemak jenuh.

Mentega berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh, sehingga memperbesar risiko penyakit diabetes, stroke, dan serangan jantung.

Bahan makanan ini sangatlah populer di Indonesia, bahan ini sangat sering dijumpai, dan digunakan dalam makanan sehari-hari.

Mulai dari bahan campuran roti, pengganti minyak goreng, hingga penyedap beragam masakan.

Baca juga: Mentega dan Margarin Ternyata Sama Saja, Ini yang Lebih Sehat

Seperti dikutip dari laman Alodokter.com, disebutkan, memang ada studi yang menyebutkan lemak jenuh tidak terkait langsung dengan penyakit-penyakit di atas.

Namun, kita tetap disarankan untuk membatasi konsumsi mentega. Sebab, mentega berpotensi meningkatkan kadar kolesterol, karena kandungan lemak jenuh di dalamnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lemak jenuh umumnya terdapat pada makanan yang berasal dari hewan, seperti daging merah, daging unggas, ikan, keju, dan susu.

Kadarnya pun berbeda-beda. Lemak jenuh pada daging merah lebih tinggi dibandingkan pada unggas dan ikan.

Lemak jenuh juga terdapat pada makanan yang berasal dari tanaman, contohnya lemak cokelat atau kakao.

Begitu pun minyak sayur yang biasa digunakan di daerah tropis, seperti minyak sawit dan minyak kelapa.

Pada suhu ruangan, lemak jenuh berbentuk padat, karenanya kerap disebut sebagai lemak padat.

Baca juga: Minyak Kelapa Lebih Berisiko Untuk Jantung daripada Mentega?

Bahan inilah dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Lalu, seringkali orang-orang berusaha mengurangi konsumsi lemak jenuh dengan menggantinya menjadi karbohidrat olahan yang kurang sehat, misalnya roti putih.

Tentu saja hasilnya tidak akan lebih baik, karena karbohidrat olahan yang tidak sehat juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Disarankan agar kita menggantinya dengan makanan yang lebih sehat, yaitu buah-buahan, sayur-sayuran, dan karbohidrat yang berkualitas tinggi seperti sereal utuh (whole grain).

Untuk pilihan minyak goreng dan mentega, kita dapat menggantinya dengan minyak jagung atau minyak kedelai.

Setelah mengetahui bahaya mentega yang banyak mengandung lemak jenuh, tentu kita dapat mulai membatasi konsumsinya.

Apalagi jika kita memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk jumlah konsumsi mentega yang diperbolehkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.