Konsistensi, Kunci agar Olahraga Tak Sia-Sia

Kompas.com - 09/08/2018, 16:22 WIB
Ilustrasi olahraga IbrakovicIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Ketika hari-hari kita dipenuhi kesibukan, pasti sangat sulit menemukan waktu untuk berolahraga.

Celakanya, ketika waktu luang yang langka untuk berolahraga muncul, kita cenderung melakukan kesalahan dengan berolahraga sampai memenuhi batas kemampuan kita.

Menurut seorang pelatih kebugaran ternama, berolahraga secara ekstrem tapi tidak konsisten justru tak baik untuk tubuh kita.

Firas Zahabi, pelatih martial art dari Kanada, menyarankan kita untuk berfokus pada konsistensi daripada intensitas.

“Saya adalah orang yang sangat percaya dengan konsistensi. Kita harus berolahraga, dan hari berikutnya kita harus bangun dengan perasaan yang baik,” katanya.

Menurutnya, memaksakan tubuh untuk berolahraga di luar batas kemampuan adalah hal yang sia-sia.

Ia mengaku tidak akan memaksa kliennya untuk melakukan olahraga di luar batas kemampuannya.

Baca juga: Baru Memulai Olahraga Lari? Ikuti 5 Tahapan Ini

Misalnya, jika sang klien hanya bisa melakukan gerakan pull up selama 10 kali, ia tak akan memaksanya untuk melakukan gerakan hingga 11 kali.

"Tidak. Saya hanya akan memintanya melakukan lima kali, karena saya ingin menyiapkannya untuk berolahraga esoknya," paparnya.

Pada hari berikutnya, ia akan meminta sang klien melakukan gerakan olahraga dalam jumlah yang sama.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X