Kalau Tahu Merokok Berbahaya, Kenapa Tidak Berhenti Saja? - Kompas.com

Kalau Tahu Merokok Berbahaya, Kenapa Tidak Berhenti Saja?

Kompas.com - 10/08/2018, 18:59 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com – Meskipun rokok dapat membahayakan tubuh dan berpotensi menyebabkan kematian, tetapi kebiasaan merokok di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, prevalensi kebiasaan merokok di Indonesia mencapai 34,2 persen. Persentase tersebut meningkat sebanyak 2,1 persen pada 2013 menjadi 36,3 persen.

Dari data itu, laki-laki masih menjadi kelompok yang mendominasi perokok. Jumlahnya sebanyak 64,9 persen dari total seluruh laki-laki di Tanah Air. Berbeda dengan kaum perempuan yang hanya berkisar 2,1 persen.

“Data tersebut membuktikan kalau Indonesia masih dihantui oleh asap rokok. Padahal rokok ini bisa menyebabkan banyak penyakit. Mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kardiovaskular,” ungkap Siska Suridanda Danny, SpJP (K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dan Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (26/7/2018).

Infografis Berhenti MerokokKOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Infografis Berhenti Merokok
Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah, misalnya masalah jantung dan stroke.

“Dalam beberapa tahun terakhir pula rokok menjadi faktor risiko terbesar penyakit kardiovaskular, terutama pada laki-laki. Hal ini harus menjadi perhatian khusus jika tidak ingin terserang stroke atau penyakit jantung,” tambah Dokter Siska.

Manfaat berhenti merokok

Satu-satunya cara untuk menghindari penyakit tersebut adalah berhenti merokok. Bagi pecandu hal ini tampak mustahil. Namun, Anda tidak akan tahu hasilnya kalau belum mencoba, bukan?

Dilansir dari Huffingtonpost.co.uk pada Jumat (20/3/2013), ternyata banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan bila berhenti menghisap lintingan tembakau ini.

Misalnya, denyut jantung dan tekanan darah akan lebih stabil saat Anda berhenti merokok selama 20 menit.

Kemudian, jika Anda berhenti merokok selama 2-3 hari, hal itu akan dapat meningkatkan indera perasa seperti lidah sehingga makan pun terasa lebih nikmat.

Selanjutnya bila Anda berhasil tidak merokok selama satu sampai sembilan bulan, sirkulasi darah dan energi akan meningkat. Berolahraga pun menjadi lebih mudah.

Bila program berhenti merokok mencapai 10 tahun maka risiko penyakit jantung yang akan menyerang tubuh Anda akan berkurang. Dahsyatnya, pengurangan risiko tersebut bahkan sama seperti orang yang tidak merokok.

Jadi, adakah alasan lain untuk tidak berhenti merokok?


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X