Kompas.com - 11/08/2018, 12:01 WIB
Ilustrasi mengukur lingkar pinggang Creatas ImagesIlustrasi mengukur lingkar pinggang
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Disadari atau tidak, bentuk tubuh seseorang ternyata memegang peranan penting dalam menentukan risiko diabetes.

Diabetes tidak hanya memengaruhi orang-orang dengan berat badan berlebih, bahkan orang yang bertubuh kurus pun juga bisa terkena diabetes. Lantas, bentuk tubuh seperti apa yang paling berisiko diabetes?

1. Yang memiliki perut buncit

Perut buncit tidak hanya dialami oleh orang yang kelebihan berat badan saja. Pasalnya, orang kurus yang memiliki berat badan ideal pun dapat memiliki kondisi ini. Lemak perut adalah jenis lemak jahat penyebab utama dari perut buncit yang berbahaya bagi kesehatan.

Dikutip dari laman Harvard Health Publications, lemak perut dapat memengaruhi produksi lemak darah yang secara langsung dihubungkan dengan kenaikan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), menurunnya kolesterol baik (HDL), serta resistensi insulin.

Nah, resistensi insulin inilah yang kemudian jadi awal mulanya penyakit diabetes. Kondisi ini terjadi ketika insulin tidak bekerja optimal sehingga menyebabkan glukosa darah meningkat dan tidak dapat masuk dalam sel-sel tubuh

Baca juga: 4 Bahaya Kesehatan Akibat Punya Perut Buncit

2. Yang memiliki lingkar pinggang besar

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria dan wanita yang memiliki lingkar pinggang besar berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan berbagai penyakit kronis di kemudian hari, salah satunya diabetes.

Biasanya lingkar pinggang besar diidentikan dengan orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Faktanya, orang yang memiliki berat badan normal namun memiliki lingkar pinggang yang besar juga berisiko terkena berbagai penyakit dibandingkan dengan orang yang memiliki lingkar pinggang normal.

American Heart Association National Heart serta Lung and Blood Institute menetapkan ukuran lingkar pinggang yang sehat pada wanita yaitu lebih kecil dari 88 cm, sedangkan pada laki-laki lebih kecil dari 102 cm.

Sedangkan target lingkar pinggang yang ideal untuk orang Asia adalah kurang dari 90 cm (untuk laki-laki) dan kurang dari 80 cm (untuk wanita)

Baca juga: Lingkar Pinggang Lebih 10 cm Saja Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

3. Yang memiliki berat berlebih

Ilustrasi perut gendutTomwang112 Ilustrasi perut gendut
Secara keseluruhan beberapa orang nyatanya dapat menumpuk lemak di mana-mana dengan kecepatan yang cukup rata. Namun terlepas dari bentuk tubuh, kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas merupakan akar dari berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Bahkan dikutip dari laman WebMD, obesitas menjadi faktor risiko nomor satu penyebab diabetes. Obesitas sendiri adalah penumpukan lemak berlebih yang dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh.

Perubahan ini menyebabkan jaringan lemak (jaringan adiposa) melepaskan molekul lemak ke dalam darah, yang dapat mempengaruhi sel responsif insulin dan menyebabkan berkurangnya sensitivitas insulin.

Pengecekan status gizi dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu cara untuk menentukan apakah Anda masuk katogeri obesitas atau tidak. Selain itu, indeks massa tubuh juga dapat digunakan untuk melihat risiko kesehatan seseorang. Kamu dapat menghitung Indeks Massa Tubuh di sini.

Baca juga: 4 Efek Menguntungkan Turun Berat Badan untuk Kehidupan Seks

Tips menurunkan risiko diabetes

Jika kamu termasuk yang memiliki salah satu bentuk tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan khawatir. Pasalnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes, seperti:

1. Perhatikan asupan makanan

Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung serat tinggi. Hindari mengonsumsi makanan manis dan berlemak, dan jangan lupa, perhatikan pula porsi makan yang dikonsumsi.

Selain dapat membuat gula darah jadi lebih terkendali, memperhatikan asupan makanan juga dapat membantu mendapatkan berat badan ideal sehingga terhindar dari risiko obesitas dan diabetes.

Baca juga: Punya Risiko Diabetes? Makanlah Karbohidrat Paling Akhir

2. Perbanyak aktivitas fisik

Mulai sekarang, tinggalkan gaya hidup sedentari, alias kurang gerak. Tidak perlu melakukan olahraga berat dengan intensitas tinggi.

Olahraga ringan asal rutin dan konsisten setidaknya tiga kali dalam seminggu selama kurang lebih 30 menit bisa membantu menurunkan risiko diabetes.

Tidak hanya itu, olahraga teratur yang diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat juga dapat membantu mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Baca juga: 3 Manfaat Olahraga Lari Buat Orang Gemuk

3. Rutin cek gula darah

Tips selanjutnya untuk menurunkan risiko diabetes adalah dengan rutin mengecek gula darah. Periksalah gula darah secara rutin sebelum dan sesuadah makan.

Pemeriksaan gula darah secara rutin akan memberitahu kadar gula darah saat itu juga dan membuat kita lebih berhati-hati.

Baca juga: Bukan Cuma yang Manis, Kenalilah Makanan Pendongkrak Gula Darah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.