Olahraga Jalan Kaki Lebih Baik dari Lari, Apa Alasannya? Halaman 1 - Kompas.com

Olahraga Jalan Kaki Lebih Baik dari Lari, Apa Alasannya?

Kompas.com - 14/08/2018, 10:00 WIB
Ilustrasi olahraga pagijacoblund Ilustrasi olahraga pagi

KOMPAS.com - Lari memang menjadi salah satu olahraga yang efektif membuat kita tetap bugar dan bisa menurunkan berat badan.

Namun, tak setiap orang bisa melakukannya rutin setiap hari.

Dalam beberapa hal, jalan kaki menjadi lebih baik ketimbang lari. Apalagi jika kamu bertekad untuk menambah jumlah langkah setiap hari.

Studi Asosiasi Jantung Amerika Serikat yang dipublikasikan pada 2017 mengungkapkan, jalan cepat sama efektifnya dengan jogging.

Kedua cara tersebut bisa menurunkan sejumlah faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.

Jadi, di samping olahraga lari yang kini sedang menjadi tren, beberapa ilmuwan mengatakan aktivitas jalan kaki sebetulnya lebih baik daripada lari.

Baca juga: Alasan untuk Rajin Jalan Kaki Seperti Anjuran Presiden Jokowi

Apa alasannya?

1. Lebih mudah

Banyak orang disibukkan dengan jadwal keseharian. Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk pergi ke gym atau melakukan olahraga lari di luar ruangan.

Tapi, jalan kaki adalah aktivitas yang bisa dilakukan hampir di semua tempat dan tidak membutuhkan persiapan apa pun.

Jalan kaki juga mengeluarkan keringat lebih sedikit ketimbang lari. Jadi, kita bisa melakukannya di sela kegiatan.

"Jalan kaki 30 menit di waktu istirahat makan siang, bisa membuat kita sehat tanpa membuat kita berkeringat dan harus segera mandi setelahnya."

Demikian dikatakan exercise science expert dan pemilik Fleet Feet of West Hartford, Stephany Blozy.

2. Terlalu lama lari membawa risiko

Salah satu manfaat lari adalah meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Meski begitu, hal ini bergantung pada kondisi masing-masing orang.

Sebab, bagi mereka yang memiliki sejarah penyakit kardiovaskular, lari justru bisa meningkatkan denyut jantung.

Lari jarak jauh bisa melepaskan protein tertentu yang bisa menimbulkan efek merusak pada jantung.

Baca juga: Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Demikian diungkapkan Clinical Director of Professional Physical Therapy di New York, Natalie Lovitz.

Jadi, bagi mereka, moderasi adalah kuncinya. Artinya, mengubah aktivitas lari menjadi jalan kaki bisa membuat mereka tetap sehat.

3. Lebih ringan bagi sendi

Baik Blozy maupun Lovitz sepakat, jalan kaki lebih ringan bagi sendi-sendi tubuh ketimbang berlari.

Jadi, jika kamu mengalami sakit atau kaku, cobalah aktivitas low-impact, seperti jalan kaki.

"Lari bisa membebani sendi karena membuat tekanan besar pada lutut, panggul dan tumit," kata Blozy.

Lovitz menambahkan, jalan kaki cenderung lebih sedikit memberi tekanan pada sistem musculoskeletal tubuh.

Meski begitu, jalan kaki masih membuat otak melepaskan hormon endorfin yang disebut sebagai manfaat terbesar dari olahraga.

Endorfin adalah senyawa kimia yang bisa menimbulkan rasa senang bagi semua orang yang melakukannya.

4. Berinteraksi dengan alam

Jalan kaki memberi kita kesempatan untuk bereksplorasi dan menghabiskan waktu di alam. Berbeda jika kita melakukan olahraga lari di atas treadmill.

Ketika kita berjalan kaki di suatu tempat yang cantik, seringkali kita juga bisa berhenti dan menikmati pemandangan yang ada.

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2015 yang dikutip dalam artikel di The New York Times, disebutkan, jalan kaki di alam memberi manfaat positif bagi kesehatan mental.

Baca juga: 4 Manfaat Tersembunyi Alpukat, Salah Satunya Menjaga Kesehatan Mental

Misalnya, membuat seseorang lebih merasa senang, lebih perhatian dan mengurangi stres.

Jika bosan dengan rute yang bisa kamu lewati, cobalah hiking track yang ada di sekitar tempat tinggalmu.

5. Meningkatkan sistem imun

Olahraga dengan moderasi tertentu, seperti jalan kaki selama 20-30 menit, bisa menguatkan sistem imun seseorang.

Sedangkan olahraga intensitas tinggi seperti lari justru bisa menimbulkan efek sebaliknya dan kurang baik bagi sistem imun.

"Semakin intens lari, semakin tinggi level kortisol. Kita tahu bahwa lari bisa merusak sistem imun hingga tiga hari setelah kompetisi atau olahraga berat," kata Infectious disease specialist, Amesh A. Adalja.

Namun, bukan berarti lari buruk bagi sistem imun. Namun, daripada lari lebih baik beri keseimbangan antara olahraga berat dan olahraga low-impact seperti jalan kaki.

6. Berinteraksi dengan kerabat

Pernahkah kamu berlari bersama teman-temanmu pada waktu yang bersamaan? Hal ini sulit dilakukan, kecuali ketika kamu kehabisan nafas.

Berbeda dengan jalan kaki. Jalan kaki justru merupakan olahraga yang tepat untuk berinteraksi dengan kerabat dan keluarga sambil tetap aktif.

Baca juga: 7 Tanda yang Muncul Jika Kamu Jarang Olahraga

Olahraga bersama teman bisa berdampak baik bagi kesehatan.

NBC News pada 2017 menulis, olahraga dengan grup terbukti meningkatkan pelepasan endorfin dan menjadi motivasi baik untuk rutin berolahraga.

7. Jalan kaki lebih mudah untuk dipertahankan

Blozy mengatakan, jalan kaki adalah aktivitas yang hampir semua orang bisa lakukan. Jadi, jalan kaki adalah olahraga yang tepat bagi pemula untuk mulai rutin bergerak.

Mengindari kelelahan ketika olahraga adalah hal yang sulit. Namun, jalan kaki cenderung lebih mudah dipertahankan, dan menjadi cara yang tepat bagi banyak orang untuk tetap aktif.

Hal ini berbeda dengan olahraga lari yang membutuhkan motivasi lebih untuk konsisten rutin melakukannya.

Namun, pada akhirnya, tipe olahraga yang terbaik adalah olahraga yang kamu lakukan paling sering.

Pada intinya adalah bagaimana kita nenyesuaikan kemampuan pribadi untuk tetap aktif bergerak.

Baca juga: Manfaat Tak Terduga Arang Aktif untuk Kulit


Page:

Terkini Lainnya


Close Ads X