Pro Kontra Imbauan Tak Kirim Sufor untuk Anak Korban Bencana, Bagaimana Seharusnya?

Kompas.com - 14/08/2018, 20:34 WIB
Twit Sutopo tentang pemberian susu formula kepada korban bencana gempa bumi di Lombok yang tuai respons warganet. Dok. Sutopo PurwoTwit Sutopo tentang pemberian susu formula kepada korban bencana gempa bumi di Lombok yang tuai respons warganet.

Berikut beberapa tips yang diberikan oleh Nia:

1. Pendataan oleh Dinas Kesehatan (dinkes)

Dinkes melakukan pendataan mengenai jumlah ibu dan anak yang masih membutuhkan bantuan susu atau tidak.

"Karena kalau semua ngasih formula ga diatur dinkes, kejadiannya waktu kayak di Jogja. Ibu-ibu yang tadinya nyusuin, karena ada susu formula gratis, dia jadi ga nyusuin anaknya. Dia ganti ke formula, malah anaknya diare," kata Nia.

"Makanya diatur dalam satu pintu, supaya dinkes bisa mendata. Kalau misal disusui butuh pendampingan konselor atau tidak. Berapa ibu yang butuh support relaktASI," lanjut dia.

2. Penyaluran susu formula

Dari pendataan tersebut, kata dia, bantuan susu formula akan tersalur secara tepat.

"Berdasarkan pengalaman, contohnya waktu gempa di Jogja. Itu benar-benar orang memberikan bantuan datang langsung ngasih susu formula, ada juga yang mau expired yang dikasih," ujar Nia.

3. Memisahkan tenda antara ibu menyusui dan ibu yang tidak menyusui

4. Di dapur umum, disiapkan botol sesuai standar penggunaan (steril). Selain itu, disiapkan air panas bersih.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X