Kompas.com - 15/08/2018, 07:33 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan, tapi malas melakukan pengurangan kalori karena tak mau kelaparan.

Mungkin itu sebabnya banyak pola diet terbaru yang diklaim bisa membuat kita tetap bisa "menikmati hidup" namun berat badan terjaga.

Salah satu diet terbaru adalah diet "Makan, Berhenti, Makan".

Dipopulerkan oleh Brad Pilon, diet ini merupakan salah satu penelitiannya mengenai puasa jangka pendek.

Menurut Pilon, Eat Stop Eat pada dasarnya mengharuskan kita puasa 24 jam, dua kali seminggu, lalu makan secara "bertanggung jawab" selama lima hari, tapi tidak perlu diet.

"Kita tetap bisa makan tiga kali sehari, bahkan 20 kali. Selama kita makan secara bertanggung jawab dan menjaga asupan keseluruhan terjaga," kata Pilon dalam situsnya.

Menurut Pilon, kita tetap harus makan sesuatu setiap hari. Misalnya saja kita berpuasa dari jam 8 pagi ke jam 8 pagi esok hari. Maka kita harus sarapan sebelum jam 8 pagi lalu "buka puasa" setelah jam 8 pagi keesoan hari.

Baca juga: Efektif Melangsingkan, Seberapa Aman Diet Puasa?

Cara kerja

Karena Eat Stop Eat merupakan variasi dari diet puasa, maka diet ini bekerja dengan cara memacu metabolisme sebentar.

Menurut ahli gizi Eliza Whetzel-Savage, ketika kita membatasi makan pada jendela waktu tertentu, sebenarnya kita menciptakan periode puasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.