Kompas.com - 15/08/2018, 12:16 WIB
Madonna menghadiri acara Billboard Women in Music 2016 di New York City, AS, Jumat (9/12/2016). AFP PHOTO / ANGELA WEISSMadonna menghadiri acara Billboard Women in Music 2016 di New York City, AS, Jumat (9/12/2016).

KOMPAS.com - Suntik filler kini menjadi andalan para pemuja awet muda. Suntikan ini memang bisa secara instan membuat wajah kembali cantik dan segar.

Suntik filler pada dasarnya diberikan untuk orang yang ingin mengisi bagian wajahnya yang mulai tidak terdefinisi, misalnya pipi yang mulai kendur atau kantung mata.

Tapi, jika dilakukan berlebihan, suntik filler justru bisa mengubah bentuk wajah menjadi tidak proporsional.

Suntikan ini juga bisa dipakai untuk membuat wajah lebih tirus, jika digabungkan dengan terapi lain seperti suntik botox atau tanam benang.

Karena kemudahannya dan hasilnya yang instan, ditambah tidak ada down time (tidak membuat wajah merah atau bengkak), suntik filler pun jadi populer.

Menurut dr.Lanny Juniarti Dipl.AAAM, saat ini banyak ditemukan kasus facial overfilled syndrome akibat suntik filler.

"Fenomena ini terjadi karena menyuntikkan filler terlalu banyak atau sering, di bagian bawah sehingga melebihi proporsi wajah sesungguhnya," kata Lanny dalam acara peluncuran kampanye "Every Beauty Should Be A Masterpiece" di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ingin Suntik Botox dan Filler, Berapa Dana yang Harus Disiapkan?

Beberapa ciri orang yang mengalami sindrom kelebihan filler ini antara lain dahi terlihat lebih menonjol, pipi tampak flat (tidak ada lekukan), dagu sangat panjang, dan juga duck lips (bibir terlalu besar).

"Saat ini banyak selebriti atau orang terkenal di media sosial yang sudah tampak mengalami overfilled syndrome," ujar dokter yang juga pendiri klinik kecantikan Miracle ini.

Ia mencontohkan penyanyi Madonna yang pipinya terlihat penuh sampai tidak ada lekukan.

"Akibatnya wajah jadi tidak terlihat natural, ciri khas kecantikannya jadi hilang," katanya.

Lanny mengatakan, suntikan filler tidak perlu ditakuti karena sudah terbukti efektif mengatasi kekurangan di wajah akibat penuaan. Namun, pemakaiannya jangan berlebihan.

"Sindrom tersebut terjadi karena dua hal, pasiennya meminta terus untuk disuntik filler dan dokternya tidak berani berkata tidak," ujarnya.

Baca juga: Ini yang Terjadi Jika Terlalu Sering Suntik Filler

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.