Yang Harus Diketahui tentang Pemberian MPASI - Kompas.com

Yang Harus Diketahui tentang Pemberian MPASI

Kompas.com - 17/08/2018, 11:11 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melewati masa pemberian ASI eksklusif 6 bulan, bayi mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI ( MPASI).

Apa yang perlu diketahui soal pemberian MPASI?

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) NIa Umar mengatakan, MPASI bisa diberikan saat bayi berusia 6 bulan.

MPASI untuk anak bisa merupakan makanan keluarga.

"Makanan keluarga sudah boleh, misal sop atau soto. Bukan yang pedas gitu," ujar Nia, saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, para ibu bisa memberikan MPASI dengan menyaring atau melumatkan makanan sesuai usia bayi.

Yang terpenting, untuk menu MPASI memperhatikan pedoman gizi seimbang untuk menjamin kebutuhan gizi anak terpenuhi.

Untuk bayi berusia 6-23 bulan, pedoman gizi seimbangnya terdiri dari 30 persen makanan pokok, 30 persen protein hewani, 10 persen kacang-kacangan, 25 persen sayur dan buah, serta 5 persen vitamin dan mineral.

Jenis kelompok makanan tersebut, sebaiknya selalu tersedia dalam setiap kali makan.

Panduan pemberian MPASI

Panduan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).Dok. Nia Umar Panduan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).
Lebih jauh, Nia memberikan panduan cara penyajian, tekstur, dan frekuensi makan untuk bayi dan anak. Panduan ini berlaku saat kondisi normal maupun saat bencana atau kondisi darurat.

1. Usia 0-6 bulan

Anak usia 0-6 bulan hanya mengonsumsi ASI. Ibu memberikan ASI secara eksklusif. Berikan motivasi kepada para ibu untuk terus menyusui bayinya.

2. Usia 6-9 bulan

Pada usia 6-9 bulan, bayi tetap mendapatkan ASI, tetapi mulai bisa diberikan MPASI dengan takaran 2-3 sendok makan secara bertahap hingga 125 ml.

Pemberian makan dapat dilakukan 2-3 kali, dengan 1-2 kali selingan, yakni buah.

Pada rentang usia ini, makanan diolah dengan cara disaring sehingga tekstur makanan adalah lumat dan kental.

3. Usia 9-12 bulan

Bayi tetap mendapatkan ASI, sementara takaran MPASI sekitar 125-200 ml.

Jadwal pemberikan makan bisa 3-4 kali, dengan 1-2 kali makanan selingan berupa buah-buahan. 

Menu makanan yang diberikan untuk anak sama dengan untuk orang dewasa. Pengolahannya dapat dilakukan dengan cara dicincang atau dicacah, dipotong kecil, atau diiris.

Hal yang harus dilakukan orangtua adalah mengamati respons anak saat makan.

4. Usia 12-24 bulan

Usia anak 1 tahun ke atas, pemberian ASI masih dianjutkan hingga usianya 2 tahun atau lebih.

Berikan makanan dengan takaran 200 ml sampai lebih dari 250 ml. Frekuensi makan anak dapat dilakukan 3-4 kali, dengan 1-2 kali selingan.

Bahan makanan sama dengan orang dewasa. Tekstur makanan diiris-iris. Perhatikan respons anak saat makan.

Anak berusia 6-24 bulan yang tidak menyusu, pemberian makanan mengikuti pedoman tersebut dan setiap hari perlu ditambahkan yakni 1-2 kali makan ekstra dan 1-2 kali makanan selingan.

Bagaimana dengan susu formula?

NIa mengatakan, susu formula bukan satu-satunya sumber protein dan kalsium.

"Bisa diganti oleh makanan lain," kata Nia.

Menurut dia, tubuh setiap anak punya toleransi tersendiri terhadap susu formula.

Selain itu, pemberian susu formula kepada anak juga harus memerhatikan beberapa hal, di antaranya kebersihan media (botol/alat lain) yang steril, suhu air panas yang digunakan, serta takaran jumlah susu dalam pembuatannya.

"Tidak semua anak bisa tolerance terhadap susu. Kalau anak tidak cocok nanti bisa diare. Kalau terlalu kental anak bisa konstipasti, kalau keenceran kurang gizi," ujar dia.

"Risiko gigi bolong karena manis. Risiko anak terkena diabetes meningkat. Angka obesitas pada anak juga bisa meningkat," lanjut Nia.

Nia memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan sebagai dukungan upaya keberhasilan menyusui, yaitu:

1. Memberikan bantuan konselor kepada para ibu yang mengalami kesulitan menyusui.

2. Bayi yang dari awal memang menggunakan susu formula bisa tetap menggunakan susu formula dengan pengawasan tenaga kesehatan terlatih.

Pemberian dan penyiapan oleh tenaga kesehatan terlatih dengan syarat tersedia air bersih, peralatan memasak sanitasi terjamin untuk penyiapan/pencucian botol.

3. Khusus di lokasi bencana, memfasilitasi makanan pendamping ASI (MPASI) yang tergabung dengan dapur umum di lokasi bencana, khusus makanan lokal untuk bayi (di atas 6 bulan).

Kompas TV Saat ini sudah marak jasa kurir ASI, salah satunya Pong ASI yang mampu menjamin ASI tiba tepat waktu.

 


Terkini Lainnya


Close Ads X