Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/08/2018, 10:19 WIB


KOMPAS.com - Bertengkar dengan pasangan ternyata berbahaya bagi kesehatan saluran pencernaan kita.

Berdasarkan riset dari Ohio State University Wexner Medical Center, pasangan yang bertengkar lebih mungkin menderita luka pada usus.

Riset dilakukan dengan periset meneliti 43 pasangan menikah yang berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Pasangan dalam riset ini juga berusia antara 24 hingga 61 tahun yang telah menikah setidaknya selama tiga tahun.

Periset juga meminta peserta mendiskusikan hal yang memicu perdebatan, biasanya mengenai uang atau mertua.

Para peneliti meninggalkan pasangan sendirian untuk diskusi ini, merekam interaksi selama 20 menit dan kemudian menyaksikan bagaimana pasangan tersebut bertengkar.

Periset juga mengkategorikan pertengkaran menjadi verbal non verbal, dengan mengkhususkan hal-hal seperti tatap mata yang dramatis atau kritik terhadap pasangan.

Setelah itu, periset membandingkan sampel darah setiap pasangan yang diambil sebelum dan sesudah pertengkaran terjadi.

Hasil riset menemukan mereka yang menunjukan perilaku pertengkaran selama diskusi memiliki tingkat biomarker, atau indikator tingkat keparahan suatu penyakit, yang menunjukkan masalah pencernaan.

Biomarker tersebut berupa adanya protein pengikat lipopolisakarida. Tingkat biomarker bahkan sangat tinggi pada mereka yang memiliki riwayat depresi atau gangguan mood lainnya.

"Kami pikir bahwa masalah pernikahan sehari-hari - setidaknya bagi sebagian orang - menyebabkan perubahan dalam usus yang mengarah pada peradangan dan, berpotensi menyebabkan penyakit," papar Janice Kiecolt-Glaser, selaku pemimpin riset.

Ia juga mengatakan penelitian sebelumnya menunjukkan, pertengkaran di antara pasangan dapat memperlambat waktu penyembuhan untuk luka dan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

Dengan mencari keberadaan biomarker yang terkait dengan bakteri dalam aliran darah, periset mampu menemukan bukti adanya masalah pencernaan, kondisi yang menyebabkan lapisan lebih permeabel.

Baca juga: Sering Konflik dengan Pasangan Memicu Penyakit Fisik

Inilah yang menyebabkan pelepasan sebagian makanan yang dicerna dan bakteri masuknya bakteri ke dalam aliran darah.

"Depresi dan pernikahan yang buruk dapat memperburuk keadaan," kata Kiecolt-Glaser.

Menurutnya, ini mungkin mencerminkan kerentanan psikologis dan fisiologis yang tinggi di antara orang-orang yang menderita depresi dan gangguan suasana hati lainnya.

Michael Bailey, salah satu peneliti dalam riset ini, mengatakan ada hubungan yang kuat antara stres, sistem saraf simpatik dan perubahan mikroba di usus.

Menurutnya, peradangan usus menyebabkan struktur yang menjaga usus menjadi kurang efektif karena masuknya sebagian makanan yang dicerna, bakteri dan produk lainnya.

"Dan bakteri dalam darah meningkatkan peradangan berpotensi berkontribusi pada kesehatan mental yang buruk," paparnya.

Baca juga: Tak Cukup Cuma Cinta, Ada Hal Penting Lain dalam Pernikahan

Para peneliti menunjukkan peradangan meningkat seiring usia. Selain itu, riset ini menggunakan subjek yang berusia rata-rata 38 tahun, yang semakin menguatkan jika efek ini akan sangat berisiko pada mereka yang berusia lebih tua.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.