Kompas.com - 20/08/2018, 13:18 WIB

Awalnya, mereka berlatih di sekolah masing-masing dengan pelatih yang didatangkan oleh panitia penyelenggara. Latihan ini berlangsung hingga bulan Juni.

Saat latihan, para penari berlatih pergantian kostum menggunakan rompi.

"Setelah bulan puasa, kami udah dibawa buat latihan di Lapangan ABC," ujar Liezel.

Sekitar 1,5 bulan lalu, tim penari Ratoh Jaroe mulai berlatih di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan langsung berlatih dengan mengenakan pakaian yang digunakan saat tampil.

Liezel menceritakan, sebelumnya ia pernah mewakili sekolahnya dalam kompetisi tari rapai.

"Tapi kalau tampil di TV kayak gini baru satu kali," kata dia.

Ia mengatakan, persiapan fisik dan mental sangat dibutuhkan dalam persiapan pembukaan Asian Games 2018.

"Capek banget. Awalnya (latihan) dari jam 3 sampai jam 6, terus lama-lama dari jam 10 sampai jam 6, jam 3 sampai 10 malam, gitu deh," cerita Liezel.

Menurut Liezel, Ratoh Jaroe bukan merupakan salah satu tarian yang susah.

"Tariannya ga terlalu kompleks, tapi bener-bener harus kompak," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
TANYA PAKAR - PARENTING
Ini 7 Tanda Pasangan Sudah Siap Menikah
Ini 7 Tanda Pasangan Sudah Siap...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.