Kompas.com - 24/08/2018, 13:31 WIB
Ilustrasi pria XiXinXingIlustrasi pria
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Narsis adalah istilah populer di kalangan anak muda Indonesia untuk mendeskripsikan orang-orang yang kepedean dan hobi pamer selfie. Meski begitu, arti istilah ini meleset dari definisi yang dibuat oleh psikolog ternama, Sigmund Freud.

Freud mendefinisikan narsisme sebagai gangguan kepribadian narsistik (narcissistic personality disorder/NPD). Narcissistic personality disorder hanya dimiliki oleh 1% penduduk dunia.

Narsisme masuk ke dalam kategori gangguan kepribadian yang bisa didiagnosis resmi oleh dokter dan pakar kesehatan mental.

Untuk mendiagnosis NPD, dokter akan mengacu pada ciri-ciri orang narsis dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

Secara umum, orang-orang yang memiliki NPD sering dideskripsikan sebagai orang yang suka membanggakan diri sendiri secara berlebihan, arogan, manipulatif, dan doyan menuntut sesuatu.

Mereka juga terobsesi pada diri sendiri serta merasa sangat yakin bahwa mereka harus dan berhak mendapatkan perlakuan khusus dari orang di sekitarnya.

Selain itu, berikut ciri-ciri orang narsis yang paling umum berdasarkan DSM-5:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Ingin diakui sebagai seseorang yang superior, bahkan tanpa didukung prestasi yang menjamin.
  • Melebih-lebihkan bakat dan prestasi.
  • Disibukkan oleh fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kecerdasan, kesempurnaan fisik, atau sebagai pasangan hidup yang sempurna.
  • Percaya bahwa dirinya adalah individu superior dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang berkedudukan sama tinggi atau sama spesialnya.
  • Haus akan perhatian dan pujian dari orang lain, setiap saat.
  • Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan yang diinginkan, tanpa rasa bersalah dan penyesalan.
  • Kurang empati dan tidak peduli dengan perasaan serta kebutuhan orang lain.
  • Sulit menjalin dan menjaga hubungan yang sehat; dominan dan terkesan mengatur.
  • Tidak terima jika dikritik, dan menanggapinya dengan marah, hinaan, dan rasa dipecundangi.
  • Cemburu dan iri terhadap orang lain yang lebih sukses dari dirinya, sekaligus memercayai bahwa orang lain cemburu terhadap dirinya.
  • Selalu berharap bahwa orang lain akan setuju dengan dirinya dan sejalan dengan apa yang diinginkan.
  • Apa pun yang diinginkan atau impikan pasti adalah “yang terbaik”.
  • Tidak mau kalah dengan orang lain, selalu bersikeras untuk memiliki apa yang orang lain punya atau bahkan tidak punya.
  • Berbicara dan berperilaku sombong atau angkuh
  • Tidak sabar atau mudah marah jika tidak mendapatkan perlakuan yang spesial.
  • Merasa tertekan dan murung karena merasa kurang sempurna.

Nah, apakah kamu kenal orang seperti itu? Atau jangan-jangan kamu sendiri?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.