BrandzView

Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Visa

Ibu Rumah Tangga, Pegang Peranan Kunci Keluarga Bisa Liburan

Kompas.com - 28/08/2018, 15:43 WIB
Ilustrasi liburan. Dok. VisaIlustrasi liburan.


KOMPAS.com – 
Sudah berkeluarga dan punya anak ditambah lagi sibuk bekerja atau berwiraswasta. Alhasil pengeluaran keuangan bertambah banyak sehingga memikirkan rencana untuk berlibur pun sulit terealisasi karena keterbatasan waktu dan dana. 

Padahal, liburan keluarga itu penting. Dilansir dari telegraph.co.uk (1/2/17), liburan keluarga bisa mempererat hubungan antara orangtua dan anak, sebab ada interaksi langsung yang lepas dari rutinitas sehari-hari dari masing-masing anggota keluarga.

Pertanyaannya kini, bagaimana caranya mewujudkan liburan bersama keluarga?

Jawabannya, kembali lagi ke perencanaan dari masing-masing keluarga. Bisakah mereka merencanakan liburan dengan baik?

Di bagian perencanaan itu, ibu rumah tangga kemudian memegang peranan kunci terlaksananya liburan. Ini terjadi karena biasanya merekalah yang dominan dalam mengelola keuangan, termasuk untuk urusan perjalanan.

Dalam perencanaan itu, ibu rumah tangga memegang kendali. Ini terjadi karena biasanya mereka dominan dalam mengelola keuangan, termasuk untuk urusan perjalanan.

Hasil studi Global Travel Intentions dari perusahaan teknologi pembayaran global Visa mengungkap sejumlah tren berwisata. Pertama, wisatawan Indonesia cenderung sangat menjaga anggaran.

Kedua, mereka semakin terbiasa dengan teknologi dan informasi online menjadi sumber informasi utama saat tahap perencanaan dan tiba di destinasi wisata.

Ketiga, setidaknya setengah dari mereka lebih tertarik untuk memegang kendali dan merencanakan perjalanan mereka sendiri. Biasanya kartu pembayaran sering digunakan untuk tahap reservasi.

Dari studi Visa tersebut, tidak dapat dipungkiri ibu rumah tangga memegang peranan penting dalam mengelola anggaran perjalanan yang efisien. Mengapa? Karena perempuan memang lebih peka dalam anggaran, lebih terbiasa dengan teknologi, dan lebih tertarik memegang kendali terhadap pengeluaran perjalanan dibandingkan laki-laki.

Berangkat dari hal itu, ibu rumah tangga pun harus hati-hati dalam mengelola keuangan selama liburan. Ini penting, agar biaya pengeluaran selama berwisata tidak melebih budget yang dianggarkan.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang harus mereka perhatikan agar biaya liburan keluarga efisien dan tidak melebihi anggaran terencana. 

Tetapkan anggaran berwisata

Langkah pertama sebelum liburan keluarga adalah menetapkan anggaran. Usahakan anggaran liburan yang dibuat harus realistis, artinya sesuai dengan kondisi perekonomian keluarga.

Setelah anggaran tersusun, baru tentukan tempat liburan. Hitung semua biaya liburan, mulai dari akomodasi, transportasi, asuransi, dan pengeluaran tak terduga lainnya.

Ilustrasi perempuan sedang mengatur anggaran untuk liburan.Dok. Visa Ilustrasi perempuan sedang mengatur anggaran untuk liburan.

Untuk efisiensi anggaran gunakanlah penerbangan kelas ekonomi dan bermalam di hotel dan resort bintang satu sampai tiga.

Usahakan agar total biaya yang dikeluarkan tidak melebih budget yang telah ditetapkan di awal. Bila melebihi anggaran maka ubah tujuan tempat berlibur hingga sesuai dengan budget yang ditetapkan.

Usai menemukan destinasi wisata yang sesuai dengan anggaran liburan, baru mulai buat rencana menabung secara konsisten.

Ikut rombongan trip

Hasil studi Global Travel Intentions menyatakan, banyak wisatawan Indonesia yang cenderung berwisata secara berkelompok atau mengikuti tur mengunjungi obyek wisata.

Ini wajar dan masuk akal, karena dengan liburan berkelompok maka biaya liburan yang dikeluarkan jadi lebih efisien dibanding melakukan liburan bersama keluarga sendiri.

Untuk itu, tidak ada salahnya mencoba berlibur dengan mengikuti paket-paket liburan atau open trip yang ditawarkan jasa travel lokal dan internasional. 

Manfaatkan teknologi

Teknologi bisa sangat berguna untuk efesiensi pengeluaran perjalanan. Ini karena dengan teknologi ibu rumah tangga bisa mendapatkan harga terbaik untuk penginapan dan transportasi.

Mereka bisa memandingkan berbagai harga sewa hotel dan layanan penerbangan dari berbagai situs yang berbeda. Dengan begitu, dapat diketahui situs mana yang menawarkan harga termurah. 

Manfaat lain dari penggunaan teknologi bisa didapat dari pembayaran elektronik. Biasanya, di berbagai situs traveling seringkali ada promo atau diskon bila melakukan pembayaran dengan kartu elektronik seperti kartu kredit.

Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan tiket pesawat terbang dan sewa hotel dengan harga terjangkau jadi lebih terbuka.

Tak cuma untuk keperluan akomodasi dan transportasi, penggunaan pembayaran elektronik selama liburan dapat pula memberi manfaat positif. Hal ini, dibenarkan Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman saat memaparkan bagaimana perempuan berperan penting mengelola keuangan dalam keluarga.Dok. Visa Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman saat memaparkan bagaimana perempuan berperan penting mengelola keuangan dalam keluarga.

Menurutnya, melakukan pembayaran elektoronik selama liburan dapat membantu pengguna dalam hal efisiensi budget.

“Saat bepergian, Anda dan keluarga tercinta akan sangat mudah untuk terbawa suasana, seperti ingin membeli oleh-oleh, makan di restoran, dan meng-upgrade pesawat serta akomodasi. Menggunakan pembayaran elektronik dapat membantu Anda dalam menelusuri pengeluaran dan mencegah Anda untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar saat berwisata di dalam maupun luar negeri,” ujar Riko.


Dapatkan kurs penukaran terbaik

Bagi yang hendak berwisata ke luar negeri menukarkan uang rupiah ke mata uang negara yang dituju adalah hal penting. Tujuannya supaya ketika sampai di negara tujuan, Anda tak perlu dipusingkan lagi dengan urusan penukaran uang.

Tercatat ada tiga cara menukar mata uang. Pertama, yaitu dengan mengonversi uang tunai rupiah ke mata uang negara tujuan di bank sebelum perjalanan.

Kedua, memakai jasa penukaran mata uang di bandara dan tempat lainnya. Kemudian, ketiga yaitu dengan menggunakan kartu kredit atau elektronik. Misalnya, menggunakan kartu Visa untuk membayar dalam “mata uang lokal” dapat memberikan manfaat kurs penukaran yang kompetitif dan menghindari terjebak dalam biaya konversi mata uang.

Bawa uang tunai terbatas dan antisipasi biaya tak terduga

Membawa uang tunai dalam jumlah besar berpotensi membahayakan keselamatan keluarga dan memicu risiko menjadi korban pencuri dan penipu.

Adapun, Anda mungkin perlu membawa uang pecahan, khususnya apabila bepergian ke daerah terpencil di mana mesin ATM ataupun Electronic Data Capture (EDC) masih belum banyak tersedia.

Selain itu, antisipasi biaya tidak terduga, seperti biaya bagasi dan biaya transaksi, ketika merencanakan perjalanan, dan anggarkan ekstra 10 sampai 15 persen dari anggaran perjalanan untuk biaya tidak terduga tersebut.

Sebelum berangkat, ibu rumah tangga juga perlu memeriksa apakah perjalanan akan ditanggung asuransi. Ketersediaan asuransi perjalanan dapat membuat liburan keluarga menjadi lebih tenang. Hal ini mengantisipasi kondisi-kondisi seperti jika terjadi bagasi hilang atau tertinggal pesawat.

Terakhir, saat liburan sudah selesai lihat kembali riwayat transaksi dari berbagai struk pembayaran yang disimpan. Periksalah dengan teliti dan cocokkan. Apabila menemukan transaksi yang janggal, segera hubungi bank penerbit kartu.

Kebiasaan untuk menelusuri seluruh transaksi yang dilakukan selama liburan dapat bermanfaat bagi perencanaan perjalanan liburan yang lebih baik ke depannya.

Selamat merencanakan liburan bersama keluarga Anda.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya